Iklan

Program Perlindungan Sosial Jadi Tulang Punggung Utama Masyarakat Atasi Dampak COVID-19

warta pembaruan
03 Februari 2021 | 5:58 PM WIB Last Updated 2021-02-03T10:58:09Z
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Staf Ahli Menteri Sosial Sonny W Manalu mengungkapkan, program perlindungan sosial sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.Namun sejak pandemi COVID-19 pada 2020, program  itu mengalami sinkronisasi dan perluasan.

"Program perlindungan sosial telah menjadi tulang punggung utama untuk mengatasi dampak pandemi yang dialami masyarakat," ungkap Sonny usai acara Dialog Produktif FMB9 "Bansos Sudah Sampai di Mana" yang digelar di Media Center KPCPEN, Rabu (3/2/2021).

Menurut Sonny, di masa pandemi pihaknya sudah memperluas keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), dari 9,2 juta menjadi 10 juta. "Dengan usulan pemda dan penyisiran kembali sehingga penerima PKH jadi 10 juta ," ujar Sonny.

Selain itu, lanjut Sonny, untuk penerima program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai juga diperluas dari 14,5 juta KPM menjadi 20 juta KPM. "Sedangkan penerima bantuan sosial tunai, kata Sonny, jumlah penerimanya mencapai 10 juta KPM," ombuh Sonny.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pembagian bantuan sosial  di awal pandemi COVID-19 memang sempat chaos.

Penyebabnya, ada data ganda penerima bantuan dari pusat maupun provinsi. "Kami di daerah terus menjalankan screening soal data penerima bansos," kata Bima.

Menurut Bima, pihaknya membuka mekanisme pengaduan bagi masyarakat yang tidak menerima bantuan sosial. "Tantangannya ya memang tidak pernah cukup untuk membantu warga, sehingga fokus kami adalah pemulihan ekonomi," ujar Bima.

Bima menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan verifikasi faktual soal data penerima bantuan sosial. "Tentu dengan koordinasi melalui lembaga terkait agar masalah data penerima bantuan itu benar-benar akurat," tegasnya.

Sedangkan SVP Sales Marketing  Business PT Pos Indonesia Haris Husein menambahkan, pihaknya memiliki tiga channel untuk menyampaikan bantuan sosial tunai. "Pertama di kantor, kedua dengan komunitas dan ketiga dihantarkan ke penerima," tutur Haris.

Menurut Haris, pihaknya menekankan aspek akuntabilitas agar bantuan sosial yang disalurkan bisa tepat sasaran.

"Kami juga menerapkan protokol kesehatan serta teknologi face recognation supaya bantuan sosial itu bisa akurat," ujar Haris seraya mengakui memang adanya pembatasan kegiatan di masyarakat, menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan sosial (Azwar).
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program Perlindungan Sosial Jadi Tulang Punggung Utama Masyarakat Atasi Dampak COVID-19

Trending Now

Iklan