News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BPJAMSOSTEK Harus Berhati-hati Dalam Mengelola Data Pekerja dan Keluarganya

BPJAMSOSTEK Harus Berhati-hati Dalam Mengelola Data Pekerja dan Keluarganya

Jakarta, Wartapembaruan.co.id  - Kasus dugaan pembobolan data dari BPJS Kesehatan menjadi masalah krusial saat ini. Tentunya persoalan tersebut harus mendorong institusi-institusi yang mengelola data publik untuk juga berhati-hati, jangan sampai mengalami nasib yang sama. Salah satu institusi yang mengelola data publik, khususnya data pekerja dan keluarganya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Membaca aplikasi-aplikasi yang dimiliki BPJS Kesehatan untuk kepesertaan, ada aplikasi berupa Portal Bersama, dengan jenis aplikasi Web Based. Fitur dan manfaat aplikasi ini adalah portal pendaftaran Badan Usaha untuk mendaftar peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pengguna aplikasi ini adalah Badan Usaha.

Pengamat Ketenagakerjaan yang juga Sekjen OPSI Timboel Siregar, mengingatkan, dengan adanya dugaan kebocoran data dari BPJS kesehatan dan adanya aplikasi bersama dengan BPJAMSOSTEK, tentunya BPJAMSOSTEK pun harus berhati-hati dalam mengelola data. "Jangan sampai data BPJAMSOSTEK pun bisa dibobol," tutur Timboel di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Menurut Timboel, data BPJAMSOSTEK cukup terinci, yang mengandung 4 (empat) segmen peserta data pekerja dan keluarganya, yaitu peserta Penerima Upah, Bukan Penerima Upah (atau peserta mandiri), Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Jasa Konstruksi.

"Untuk 3 segmen pertama, tentunya data yang dikelola BPJAMSOSTEK juga cukup detail termasuk data keluarga yang berhak mendapatkan manfaat," ujar Timboel.

Timboel, yang juga Koordinator Advokasi BPJS Watch, berharap, dengan adanya kasus dugaan kebocoran data dari BPJS Kesehatan, BPJAMSOSTEK pun lebih mendorong melindungi data-data yang dikelolanya.

"BPJAMSOSTEK harus meningkatkan kualitas perlindungan data-data yang dikelolanya di aplikasi-aplikasi teknologi informasi yang dimiliki, sehingga tidak mudah untuk diretas. Dan tentunya harus ditingkatkan komitmen dan pengawasan bagi pelaksana pengelola data sehingga tidak membocorkan data," pungkas Timboel Siregar. (Azwar)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar