Iklan

NADA Malaysia Ingin Adopsi Program Desa Bersinar  Pada Kawasan Beresiko Tinggi

warta pembaruan
09 Februari 2022 | 7:53 PM WIB Last Updated 2022-02-09T12:53:56Z


Jakarta, Wartapembaruan.co.id -- Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus Reinhard Golose melakukan pertemuan bilateral secara virtual bersama Sutekno Ahmad Belon, Director-General National Anti-Drugs Agency (NADA) Malaysia, Selasa (8/2).

Pertemuan bilateral yang digagas oleh NADA ini merupakan forum pertukaran informasi terkait program dan kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing negara dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pada kesempatan tersebut, Director-General NADA Malaysia beserta jajaran menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Kepala BNN RI beserta para Deputi untuk menghadiri pertemuan bilateral ini dan bertukar informasi atas keberhasilan dan efektivitas program yang telah dilakukan oleh Indonesia maupun Malaysia dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masing-masing negara.


Sementara itu, Kepala BNN RI pada sambutannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan P4GN, BNN RI berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah holistik dan terintegrasi dengan menyeimbangkan tiga aspek, yaitu _hard approach_ melalui upaya penegakan hukum; _soft approach_ melalui upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi; serta _smart approach_ melalui pemanfaatan teknologi informasi dan penelitian dengan pemanfaatan hardware dan software serta penelitian komprehensif dalam upaya menghadapi tren terkini peredaran narkotika.


Lebih lanjut, Kepala BNN RI memaparkan program P4GN yang secara konkret telah dilakukan oleh BNN RI dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu yang menarik Director-General NADA Malaysia adalah program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Ia mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki program serupa, yaitu “Kawasan Berisiko Tinggi”.

Dari pemaparan terkait program Desa Bersinar yang disampaikan oleh Kepala BNN RI secara komprehensif, membuat Mr. Sutekno Ahmad Belon tertarik untuk melihat lebih jauh secara langsung program unggulan BNN RI tersebut.

Ia berharap dapat segera berkunjung langsung ke Indonesia untuk melakukan studi banding dan mengadaptasi program tersebut untuk mengembangkan program Kawasan Berisiko Tinggi yang ada di Malaysia.

Selain Desa Bersinar, Kepala BNN RI dan Director-General NADA Malaysia juga membahas terkait tanaman Kratom dan program rehabilitasi bagi pecandu atau penyalahguna narkotika yang dilakukan oleh masing-masing negara.

Melalui pertemuan bilateral ini diharapkan kedua negara yang merupakan anggota ASEAN dapat mewujudkan kerja sama konkret dalam rangka penanganan _supply_ dan _demand_ Narkoba sehingga dapat menekan jumlah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba untuk mewujudkan aspirasi ASEAN Bebas Narkoba. (DND)

(BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • NADA Malaysia Ingin Adopsi Program Desa Bersinar  Pada Kawasan Beresiko Tinggi

Trending Now

Iklan