Perkumpulan Pimpinan Redaksi Prima Serukan Revolusi Jurnalisme : Lawan 'Kejutan Publik' dengan Kebenaran!
Jakarta, Wartapembaruan.co.id – Di tengah badai informasi yang menerjang masyarakat, Perkumpulan Redaksi Prima (PPRP), sebuah organisasi yang beranggotakan para wartawan senior dengan pengalaman puluhan tahun, hari ini meluncurkan seruan revolusioner: Kembalikan marwah jurnalisme sebagai benteng terakhir melawan 'kejutan publik' yang meresahkan dan disinformasi yang menyesatkan.
Dengan semangat membara, PPRP mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga penjaga kebenaran yang berani dan bertanggung jawab. Pernyataan ini muncul sebagai hasil diskusi mendalam yang melibatkan sembilan wartawan senior sebagai narasumber utama, yang berbagi visi tentang jurnalisme yang berintegritas dan relevan di era digital ini.
Sembilan Pilar Kebenaran: Resep PPRP untuk Jurnalisme yang Memukau
Para wartawan senior yang tergabung dalam PRP sepakat bahwa jurnalisme yang memukau adalah jurnalisme yang berakar pada kebenaran, independensi, dan keberimbangan. Mereka merumuskan sembilan pilar utama yang harus dipegang teguh oleh setiap jurnalis:
1. Hermanius Burunaung : Verifikasi Tanpa Kompromi :
"Di era ketika hoaks menyebar lebih cepat daripada kebenaran, verifikasi bukanlah pilihan, tetapi kewajiban. Jurnalis harus menjadi garda depan dalam memeriksa fakta dan memastikan bahwa hanya informasi yang akurat yang sampai ke publik."
2. Eric Vr: Independensi Sebagai Harga Mati :
"Independensi adalah jiwa dari jurnalisme. Tanpa independensi, kita hanyalah corong kepentingan tertentu. Kita harus berani berdiri tegak, meskipun sendirian, untuk membela kebenaran."
3. Sabar Manahan Tampubolon: Etika Sebagai Kompas Moral :
"Kode Etik Jurnalistik adalah kompas moral kita. Ia memandu kita untuk selalu bertindak dengan integritas dan menghormati hak-hak semua pihak."
4.Jhon : Kontrol Sosial yang Konstruktif :
"Jurnalisme bukan hanya tentang melaporkan apa yang terjadi, tetapi juga tentang mengawasi kekuasaan dan memastikan bahwa mereka bertanggung jawab kepada publik."
5. Pajar Saragi : Kritik yang Berbasis Data :
"Kritik tanpa data hanyalah omong kosong. Jurnalis harus melakukan riset mendalam dan menyajikan fakta yang tak terbantahkan untuk mendukung kritik mereka."
6. Edi Uban :Tanggung Jawab Tanpa Batas :
"Kebebasan pers datang dengan tanggung jawab yang besar. Kita harus menggunakan kebebasan kita untuk memberdayakan masyarakat dan membuat perbedaan positif di dunia."
7. Cas Roni: Keberimbangan yang Adil :
"Setiap cerita memiliki dua sisi, atau bahkan lebih. Jurnalis harus memberikan ruang yang sama bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangan mereka."
8. Fitri : Jurnalisme yang Manusiawi :
"Di balik setiap berita ada manusia dengan cerita dan emosi mereka. Kita harus memperlakukan mereka dengan hormat dan empati."
9. Ali Sofyan : Praduga Tak Bersalah :
"Setiap orang berhak dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan. Jurnalis tidak boleh menghakimi sebelum ada keputusan hukum yang final."
Seruan Aksi PPRP: Saatnya Jurnalisme Bangkit!
Dengan semangat membara, Perkumpulan Pimpinan Redaksi Prima menyerukan kepada seluruh jurnalis di Indonesia untuk:
- Memperkuat disiplin profesional dan ketaatan pada UU Pers dan KEJ.
- Menjadi agen perubahan yang membawa kebenaran dan keadilan bagi masyarakat.
- Melawan hoaks dan disinformasi dengan fakta dan verifikasi yang ketat.
- Menginspirasi generasi muda untuk mencintai jurnalisme yang berintegritas.
"Saatnya jurnalisme bangkit dan menunjukkan kekuatannya! Bersama, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, lebih adil, dan lebih sejahtera," seru Tim Perkumpulan Pimpinan Redaksi Prima dengan penuh keyakinan.
[Tim Redaksi ]
