Jalan Rusak Bertahun-tahun Dibiarkan, Warga Muba Bakar Ban di Jalur Sekayu–Lubuklinggau
Musi Banyuasin — Kegeraman masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memuncak. Bersama sejumlah organisasi, yakni GEMPITA, DPD LAN, Cakar Sriwijaya, dan GERAM, warga menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di ruas Jalan Sekayu–Lubuklinggau, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Babat Toman, Rabu (04/02/26).
Aksi ini merupakan protes keras terhadap kondisi jalan rusak parah yang dinilai bertahun-tahun dibiarkan tanpa perbaikan serius. Jalan berlubang, bergelombang, dan membahayakan pengguna dinilai menjadi simbol abainya pemerintah terhadap keselamatan rakyat.
Dalam orasinya, Ahmad Jahri, SH menegaskan Jalan Sekayu–Lubuklinggau adalah jalur vital ekonomi dan mobilitas warga Muba. Namun hingga kini, perbaikannya hanya sebatas tambal sulam yang tidak menyelesaikan persoalan.
“Atas nama masyarakat Muba kami mendesak Pemprov Sumsel segera bertindak. Jika dalam satu minggu tidak ada langkah nyata, kami akan turun dengan massa lebih besar,” tegas Jahri.
Senada, Ketua GEMPITA Muba, Mauzan, menyebut masyarakat sudah jenuh dengan janji. Menurutnya, kerusakan jalan telah berlangsung lama, sementara pemerintah terus mengulur waktu.
“Kami tidak butuh wacana. Jangan tunggu korban jiwa bertambah baru bergerak,” ujarnya.
Dalam tuntutannya, massa mendesak perbaikan total Jalan Sekayu–Lubuklinggau secara permanen, penghentian perbaikan tambal sulam, serta keterbukaan anggaran dan jadwal pengerjaan kepada publik.
Aksi berlangsung dengan pengamanan kepolisian dan berjalan kondusif. Massa menegaskan aksi ini adalah peringatan awal. Jika tuntutan diabaikan, gelombang aksi lanjutan akan kembali digelar.

