Gubernur Kaltara Sambangi Korban Penyekapan di Makassar: Prioritaskan Trauma Healing dan Desak Penangkapan Predator Seksual
MAKASSAR, Wartapembaruan.co.id – Langkah nyata penuh empati ditunjukkan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, saat merespons tragedi yang menimpa warganya di Makassar. Pada Kamis (14/05/2026) malam, orang nomor satu di Kaltara tersebut meluangkan waktu menemui MA (21), mahasiswi yang menjadi korban dugaan penyekapan dan kekerasan seksual, guna memastikan penanganan medis serta psikisnya berjalan optimal di bawah pengawasan ketat pemerintah dan aparat.
Tragedi memilukan ini mencuat setelah korban diduga terperangkap dalam jerat lowongan kerja fiktif yang tersebar di media sosial. Korban yang merupakan perantau asal Kabupaten Nunukan itu dilaporkan mengalami masa kritis selama tiga hari dalam sekapan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Barombong, Kecamatan Tamalate, Sulawesi Selatan.
Di hadapan para jurnalis, Gubernur Zainal menekankan bahwa perlindungan terhadap martabat korban adalah harga mati. Ia mengimbau seluruh elemen, terutama pers, untuk sangat berhati-hati dalam menjaga privasi MA agar beban mental yang dipikulnya tidak semakin berat akibat sorotan publik yang berlebihan.
“Fokus utama kita detik ini adalah kesembuhan korban. Trauma yang ia rasakan sangat berat, sehingga pendampingan psikologis yang intensif wajib dilakukan agar MA memiliki kekuatan untuk bangkit dan menata kembali masa depannya,” tutur Zainal dengan nada penuh keprihatinan.
Tak hanya soal pemulihan, Gubernur Kaltara juga melayangkan desakan kepada Polda Sulawesi Selatan agar bergerak lebih lincah dan profesional dalam memburu FR (30). Ia berharap kepolisian segera menyeret pelaku ke pengadilan demi memberikan rasa aman bagi publik dan memberikan keadilan yang nyata bagi korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang residivis yang bahkan menggunakan kendaraan hasil kejahatan dalam menjalankan aksinya. Hal inilah yang mendasari Gubernur meminta pengusutan kasus dilakukan secara mendalam hingga ke akarnya demi memutus rantai kriminalitas agar tidak jatuh korban berikutnya.
Di sela kunjungannya, Zainal juga memanggil nurani masyarakat Sulawesi Selatan untuk bahu-membahu bersama aparat keamanan. Ia mengajak warga memberikan informasi sekecil apa pun terkait keberadaan pelaku, sebagai bentuk solidaritas kolektif dalam melindungi kaum perempuan dan generasi muda dari ancaman predator.
“Pelaku harus segera diringkus. Kehadiran negara sangat dinanti di sini untuk memberikan payung perlindungan bagi korban, sekaligus memastikan bahwa setiap perbuatan biadab akan diganjar dengan hukuman setimpal sesuai konstitusi,” tegasnya dengan lugas.
Kilas balik kejadian, Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latief, memaparkan bahwa gerak cepat polisi dimulai setelah menerima laporan warga pada Selasa pagi. Saat dievakuasi, kondisi korban sangat memprihatinkan dengan tangan terikat tali sepatu. MA berhasil lolos maut setelah memberanikan diri meloncat melalui jendela rumah kontrakan tersebut.
Pihak berwajib segera menempatkan korban di lokasi yang sangat aman sebelum akhirnya dialihkan ke Unit PPA Polrestabes Makassar. Di sana, MA kini mendapatkan perlindungan khusus serta pendampingan hukum guna mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.
Hingga saat ini, pengejaran terhadap FR masih terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan. Pemerintah Provinsi Kaltara menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini agar berjalan transparan dan cepat, sehingga keadilan bagi korban benar-benar terwujud dan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan publik kembali pulih. (*)
