Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Dialog PRIMA PT Riau, Bahas Peningkatan Standar Pelayanan Peradilan
Pasir Pengaraian, Wartapembaruan.co.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan Dialog Interaktif PRIMA atau Pengadilan Tinggi Riau Menyapa Episode 21 secara virtual pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk mereviu standar pelayanan di lingkungan peradilan se-Provinsi Riau.
Dialog interaktif yang diselenggarakan Pengadilan Tinggi Riau ini dibuka langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Riau, Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antar-aparat penegak hukum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
“PRIMA hadir bukan sekadar forum seremonial. Ini adalah wadah kita semua untuk saling mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki pelayanan agar masyarakat Riau mendapat akses keadilan yang lebih baik,” ujar Dr. Diah.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur penegak hukum di wilayah Riau. Hadir perwakilan dari pengadilan negeri, kejaksaan, kepolisian, lembaga pemasyarakatan, serta instansi terkait lainnya. Dari Lapas Pasir Pangarayan, kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan petugas pelayanan.
Fokus utama dialog Episode 21 adalah reviu terhadap standar pelayanan di lingkungan peradilan. Pembahasan mencakup efisiensi proses persidangan, kemudahan akses informasi bagi masyarakat, hingga penerapan teknologi dalam pelayanan hukum. Peserta juga berbagi praktik baik dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Kalapas Pasir Pangarayan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menyelaraskan pemahaman antar-institusi.
“Kami di Lapas Pasir Pangarayan berkomitmen mendukung implementasi standar pelayanan yang telah disepakati. Sinergi dengan pengadilan dan aparat penegak hukum lain adalah kunci agar proses hukum berjalan lancar dari hulu ke hilir,” katanya.
Melalui dialog interaktif PRIMA, Pengadilan Tinggi Riau berharap tercipta kesamaan visi dan langkah konkret dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Riau. Episode 21 ini juga menjadi bukti bahwa transformasi peradilan terus berjalan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Seluruh peserta menyepakati tindak lanjut berupa penyusunan rekomendasi perbaikan standar pelayanan yang akan diimplementasikan di masing-masing satuan kerja. (YUD)
