Beriman Teguh Saat Dibentuk Tuhan, GBI Kota Baru Jambi Gelar Ibadah Minggu dan Perjamuan Kudus
JAMBI, Wartapembaruan.co.id — Ibadah Minggu pertama bulan September 2026 di GBI Kota Baru Jambi berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Jemaat diajak untuk semakin memahami arti iman yang teguh ketika Tuhan sedang membentuk kehidupan setiap orang.
Firman Tuhan disampaikan oleh Gembala GBI Kota Baru, Pdt. Yehuda Modekai Dusherman, dengan tema “Beriman Teguh Saat Dibentuk Tuhan”. Pesan tersebut mengajak jemaat untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian, sebab proses kehidupan dapat menjadi bagian dari pembentukan iman.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yehuda mengangkat kisah Ayub 23:10-12. Ayub menjadi gambaran seseorang yang tetap mempertahankan imannya meskipun mengalami ujian berat.
Ayub 23:10-12:
“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.”
Pdt. Yehuda menjelaskan bahwa Ayub mengalami kehilangan yang sangat besar. Kekayaan, keluarga dan berbagai hal yang dimilikinya seakan hilang dalam waktu singkat. Namun, di tengah penderitaan tersebut, Ayub tetap mempertahankan imannya kepada Tuhan.
Menurutnya, ada kalanya Tuhan mengizinkan seseorang melewati ujian. Namun, ujian tersebut bukan berarti Tuhan meninggalkan manusia. Sebaliknya, proses itu dapat menjadi sarana untuk membentuk iman menjadi semakin kuat, seperti emas yang dimurnikan melalui proses pembakaran.
Ayub pun mengalami perubahan dalam pengenalannya kepada Tuhan. Ia tidak lagi hanya mengenal Tuhan berdasarkan cerita orang lain, tetapi mengalami sendiri penyertaan Tuhan dalam kehidupannya.
“Dahulu aku hanya mengenal Tuhan dari kata orang, tetapi sekarang aku mengenal Tuhan secara langsung,” menjadi gambaran penting dari perjalanan iman Ayub.
Selain kisah Ayub, Pdt. Yehuda juga menyampaikan Yeremia 18:4 tentang Tuhan sebagai Sang Penjunan yang membentuk kehidupan manusia.
Yeremia 18:4:
“Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka dibuatnya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa manusia berada dalam tangan Tuhan. Ketika kehidupan mengalami kegagalan, kehancuran ataupun proses yang berat, Tuhan tetap memiliki kuasa untuk membentuk dan memulihkan kembali kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya.
Melalui firman tersebut, jemaat diajak untuk tidak melihat ujian hanya sebagai penderitaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan iman.
Ibadah Minggu tersebut kemudian dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus, sebagai momentum bagi jemaat untuk kembali mengingat pengorbanan dan kasih Yesus Kristus serta memperbarui komitmen iman kepada Tuhan.
Pesan utama yang disampaikan dalam ibadah tersebut sederhana namun mendalam: ketika Tuhan sedang membentuk kehidupan, tetaplah beriman teguh. Sebab tangan Tuhan tidak pernah berhenti bekerja, bahkan ketika manusia belum melihat hasil dari proses tersebut.