Dorong Hilirisasi Kopi, Lampung Bidik Nilai Tambah
Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id— Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk mengubah arah pembangunan ekonomi daerah dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pusat pengolahan produk bernilai tinggi. Langkah ini dinilai sangat krusial guna memastikan manfaat ekonomi komoditas lokal dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Arah kebijakan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat mewakili Gubernur Lampung dalam penutupan ajang Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mall, Minggu (20/9/2026) malam.
Dalam sambutannya, Marindo menekankan bahwa Lampung memiliki potensi luar biasa pada sektor perkebunan, pertanian, hingga industri kreatif. Namun, tantangan utama daerah saat ini terletak pada pemrosesan komoditas agar bernilai jual tinggi.
"Kopi Lampung tidak boleh berhenti hanya sampai wujud biji mentah. Begitu pula sektor pertanian dan UMKM, harus berani naik kelas dari skala kecil menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menembus pasar global," ungkapnya.
Guna mewujudkan target tersebut, Pemprov Lampung mendorong penguatan rantai pasok secara berkesinambungan, mulai dari fase produksi, pengolahan, branding, hingga perluasan jaringan pemasaran. Selain itu, peningatan adopsi teknologi digital seperti penggunaan sistem pembayaran QRIS dipandang sebagai modal penting dalam menciptakan efisiensi bisnis dan layanan publik yang transparan.
Festival tahunan yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung ini sukses menarik perhatian publik. Kepala KPw BI Lampung, Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa selama tiga hari penyelenggaraan, event ini dikunjungi tak kurang dari 28.000 orang.
Dampak ekonomi langsung juga dirasakan para peserta pameran dengan total penjualan produk kuliner dan wastra melampaui Rp500 juta. Selain aktivitas perdagangan, tercatat ada 1.248 transaksi wakaf yang terpusat di area Lamban Kupi.
Kinerja positif UMKM binaan di Lampung sepanjang tahun 2026 juga menunjukkan tren mengagumkan:
Akses Pembiayaan: Penyaluran modal usaha bagi pelaku UMKM mencapai Rp10 miliar berkat kolaborasi bersama OJK dan lembaga keuangan.
Capaian Ekspor: Total nilai ekspor produk UMKM mencapai Rp1,92 miliar.
Jangkauan Global: Komoditas kopi unggulan berhasil diekspor ke Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, serta Taiwan. Sementara produk olahan makanan dan minuman sukses menembus pasar Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, hingga Kanada.
Wadah Kolaborasi Ekosistem Kreatif
Selama pameran berlangsung, kawasan Lamban Kupi menjadi ruang temu interaktif bagi petani, barista, dan calon investor melalui agenda Bar Takeover berstandar internasional. Di sisi lain, Lamban Wastra menjadi pusat perhatian pecinta kriya dan busana lewat gelaran peragaan busana, lokakarya, serta diskusi interaktif.
Rangkaian selebrasi ekonomi kerakyatan ini ditutup secara meriah dengan penampilan penyanyi papan atas tanah air, Yura Yunita, yang menghibur ribuan pengunjung di lokasi acara. (**)
