Erupsi Gunung Anak Krakatau, ASN Lampung Belum WFH
BANDAR LAMPUNG, wartapembaruan.co.id- Pemerintah Provinsi Lampung belum menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau *Work From Home* (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), meskipun aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif dan berdampak pada sebagian wilayah.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa opsi WFH baru akan dipertimbangkan jika terjadi erupsi susulan yang memperburuk kualitas udara dan lingkungan secara signifikan. Penetapan kebijakan tersebut juga tetap menunggu arahan resmi serta status siaga dari BMKG, PVMBG, dan BNPB.
"Tidak secara resmi kita deklarasikan WFH, karena kita masih menunggu status siaga dari BMKG, PVMBG, dan BNPB," ujar Sekda Marindo dalam konferensi pers di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung.Senin (7/9/2026)
Meskipun paparan abu vulkanik melanda sejumlah daerah, Pemprov Lampung memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal. Pengaturan jam kerja diserahkan ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai kondisi teknis di lapangan.
Sekda menekankan, andaikan nantinya WFH diberlakukan karena alasan keselamatan dan kesehatan ASN, hal itu hanya mengubah mekanisme kerja dan tidak akan menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, Pemprov Lampung menyiagakan Posko Pusdalops BPBD selama 24 jam penuh sebagai pusat informasi terverifikasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (**)
