PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan


MUARO JAMBI, Wartapembaruan.co.id — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan rakit di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menjadi sorotan.

Kepala Desa Sekernan, Alamsyah, disebut telah berulang kali menyampaikan laporan terkait aktivitas PETI yang meresahkan masyarakat. Laporan tersebut disampaikan kepada instansi terkait, baik secara lisan maupun melalui surat resmi.

Namun, menurut informasi yang disampaikan kepada awak media, laporan tersebut belum mendapat tindak lanjut yang terlihat dari instansi berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan kepolisian setempat.

Persoalan ini kemudian disampaikan kepada Kapolda Jambi melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, Kapolda Jambi meminta agar laporan diteruskan kepada Polres setempat dan meminta masyarakat mengawasi kinerja penegakan hukum.

“Bapak teruskan ke Polres setempat bukan ke saya, awasi kinerja penegak hukum dari dekat,” demikian isi pesan yang ditampilkan dalam tangkapan layar.

Kapolda juga menyampaikan bahwa pemberantasan PETI membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum.

Sementara itu, saat informasi dan surat laporan Kades Sekernan disampaikan kepada Kapolres Muaro Jambi, pihaknya merespons bahwa informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Baik terima kasih infonya, akan segera kami lidik,” demikian respons Kapolres Muaro Jambi dalam percakapan WhatsApp yang ditampilkan.

Kades Sekernan sebelumnya juga telah membuat laporan tertulis terkait dugaan aktivitas penambangan tanpa izin tersebut. Artinya, persoalan PETI di DAS Batanghari Sekernan bukan sekadar informasi di media sosial, tetapi telah disampaikan melalui jalur pemerintahan desa dan kepada aparat terkait.

Kini perhatian publik tertuju pada tindak lanjut konkret di lapangan. Apakah laporan tersebut akan berujung pada pemeriksaan dan penindakan, atau kembali berhenti sebagai laporan?

Masyarakat tentu menunggu kepastian. Sebab, jika aktivitas PETI benar berlangsung di kawasan DAS Batanghari, persoalannya bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Laporan sudah disampaikan. Aparat sudah mengetahui. Kini publik menunggu tindakan.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan
  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan
  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan
  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan
  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan
  • PETI Marak di DAS Batanghari Sekernan, Kades Lapor Berulang Kali—Respons Aparat Dipertanyakan