Wagub Lampung Imbau Warga Waspadai Abu Krakatau
BANDAR LAMPUNG, Wartapembaruan.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan meningkatkan perlindungan diri akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Warga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas vulkanik status Level III (Siaga) tersebut masih fluktuatif.
"Yang pertama tetap tenang dan jangan panik, tetapi jangan pula kita menurunkan kewaspadaan," tegas Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam konferensi pers di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Senin (7/9/2026).
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terpantau sejak 4 September 2026 dan melonjak pada 5 September dengan erupsi yang menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah di Lampung. Meski secara visual terlihat lebih tenang pada pemantauan Senin pagi, aktivitas di dalam gunung dicatat masih berlangsung aktif melalui beberapa kali gempa harmonik, frekuensi rendah, hingga tremor.
Ancaman Kesehatan dan Partikel Tajam
Dampak abu vulkanik mulai memicu kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Di Kabupaten Tanggamus misalnya, kasus ISPA meningkat dari 46 kasus pada 5 September menjadi 76 kasus pada 6 September.
Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan partikel abu berukuran 5–10 mikrometer memiliki bentuk tidak beraturan dan cenderung tajam. Kondisi ini berpotensi memicu iritasi saluran pernapasan, mata, hingga kulit.
Imbauan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela untuk Masyarakat:
1.Gunakan APD: Wajib memakai masker, kacamata/goggles, dan baju lengan panjang jika harus keluar rumah.
2. Lindungi Kelompok Rentan: Berikan pengawasan ekstra kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.
3. Kondisi Rumah: Tutup jendela dan pintu. Hindari menyapu abu dalam kondisi kering agar tidak beterbangan.
4.Penyiraman Publik: Pemkab/Pemkot diminta memobilisasi mobil pemadam kebakaran untuk menyiram ruang publik.
Kesiap siagaan Fasilitas Kesehatan & Pelayanan Publik
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, memastikan kesiapan seluruh puskesmas dan rumah sakit, terutama yang berdekatan dengan area terdampak. Sebanyak 15 kabupaten/kota telah dibagi ke dalam lima regional sistem rujukan, serta pengajuan 37 item obat dan bahan medis habis pakai ke Kementerian Kesehatan telah dilakukan. Masyarakat diimbau tidak panic buying masker karena stok daerah dipastikan mencukupi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa operasional pemerintahan dan aparatur sipil negara (ASN) masih berjalan normal. Pemprov Lampung belum menerapkan kebijakan work from home (WFH), namun opsi tersebut terus dipertimbangkan bergantung pada dinamika kualitas udara dan arahan pemerintah pusat.
Pusdalops BPBD Provinsi Lampung kini disiagakan 24 jam sebagai satu-satunya posko pusat informasi resmi. Media dan masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar hoaks yang memicu kepanikan serta selalu merujuk pada kanal informasi terverifikasi.(**)
