KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.

MUARO JAMBI, WartaPembaruan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Leban Karas, RT 18, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kebakaran yang terjadi di lahan milik warga bernama Sugino tersebut sempat mengkhawatirkan lantaran api dengan cepat membesar dan berpotensi meluas ke area sekitarnya.

Kondisi ini sekaligus menyoroti kesiapsiagaan penanganan karhutla di wilayah Jaluko. Saat kebakaran terjadi, Pos Damkar Jaluko disebut tengah melakukan pemadaman di Desa Mendalo Darat dengan dukungan satu unit armada, sehingga tidak dapat langsung mengerahkan armada tambahan ke lokasi Leban Karas.

Upaya penanganan kemudian dikoordinasikan dengan BPBD Kabupaten Muaro Jambi. Kabid Pengendalian Bencana, Sitorus, merespons laporan tersebut dengan mengerahkan armada bersama tiga personel ke lokasi.


Sebelum armada BPBD tiba, pemilik lahan bersama warga bergerak secara mandiri melakukan pemadaman. Mereka menggunakan selang, tedmon, dan mesin pompa air Robin untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas.

Di tengah kepanikan warga, aksi kepedulian juga ditunjukkan Agustono, anggota TNI yang berdinas di Koramil 04 Muara Bulian. Saat melintas dalam perjalanan dinas dan melihat kobaran api semakin membesar, Agustono langsung turun membantu melakukan penyiraman di sekitar Jalan Nes sekaligus membantu melakukan pengawasan terhadap titik api.

Menurut Agustono, kepedulian terhadap masyarakat tidak dibatasi oleh wilayah tugas semata.

  “Membantu masyarakat bukan dilihat dari siapa pemilik wilayahnya, tetapi merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak lama berselang, armada BPBD Muaro Jambi tiba di lokasi dan langsung melakukan penyiraman serta pendinginan terhadap sisa titik api. Proses pemadaman akhirnya berhasil dilakukan sehingga api tidak kembali membesar.

Namun, kejadian ini menjadi pengingat serius bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah api membesar. Ketersediaan armada, kecepatan informasi, kesiapsiagaan petugas, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana yang lebih luas.

Apalagi wilayah Muaro Jambi dan kawasan sekitarnya masih memiliki lahan yang rentan terbakar. Keterlambatan beberapa menit saja dapat membuat api sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.

Mustarudin, warga sekaligus awak media Krimsus News, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh munculnya titik api.
“Kita harus ekstra hati-hati dan melakukan pengawasan. Jika melihat kejadian karhutla seperti ini, segera hubungi pihak terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ungkapnya.

Kebakaran kali ini memang berhasil dipadamkan. Namun pertanyaannya, sampai kapan penanganan karhutla harus menunggu api membesar terlebih dahulu baru seluruh kekuatan dikerahkan?

Kesiapan armada dan pola respons cepat di lapangan patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat karhutla bukan hanya menyangkut kerugian pemilik lahan, tetapi juga dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.
  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.
  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.
  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.
  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.
  • KARHUTLA Kembali Membara Di Leban Karas, Armada Terbatas Jadi Sorotan.