News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Vero Luncurkan PR Playbook untuk Membantu Brand dan Pemimpin Bisnis Menghadapi Berita Bohong dan Disinformasi

Vero Luncurkan PR Playbook untuk Membantu Brand dan Pemimpin Bisnis Menghadapi Berita Bohong dan Disinformasi

Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Untuk membantu brand dalam menghadapi ancaman berita bohong yang dapat berdampak pada reputasi, Vero, agensi PR dan digital terkemuka di ASEAN, meluncurkan PR playbook, sebuah pedoman untuk mengidentifikasi berbagai dampak buruk akibat serangan berita bohong dan disinformasi sekaligus memberikan solusi pencegahan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melindungi reputasinya.

PR Playbook yang dapat diunduh di situs web Vero, mengulas ragam pelaku kejahatan yang menjadi otak di balik serangan disinformasi, yaitu troll, manipulator pasar, dan pesaing yang tidak sehat. Selain itu, playbook ini juga menawarkan analisis yang mencakup tiga zona risiko utama pada bisnis yang rentan terhadap serangan disinformasi, yakni aktivitas yang terkait dengan brand, seperti peluncuran produk dan brand ambassador, kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, seperti merger dan akuisisi, dan aktivitas yang berhubungan dengan individu, seperti pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan eksekutif.

“Kita berada di era disinformasi, dimana pelaku kejahatan acapkali diuntungkan dalam berbagai situasi,” ungkap Managing Director Vero, Brian Griffin, melalui siaran pers yang diterima Wartapembaruan.co.id, Jumat (25/6/2021).

Menurut Brian, tidak mungkin untuk menghentikan serangan disinformasi sepenuhnya, untuk itu para pemimpin bisnis dan brand harus mengambil pendekatan secara proaktif untuk mengelola ancaman ini. "Melakukan pemantauan yang cermat terhadap percakapan online dan berkomunikasi secara berkesinambungan untuk membangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan sebagai langkah preventif dalam menghadapi serangan semacam ini," ujar Brian.

Brian menyebut, ada beberapa kasus yang mencuri perhatian masyarakat di mana serangan disinformasi berhasil merusak reputasi brand di Indonesia. Terhitung sejak Januari 2020 hingga 23 Mei 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam laporannya mengungkap setidaknya terdapat 1.587 berita bohong terkait penyebaran Covid-19 yang ditemukan di media sosial.

Menurut Diah Andrini Dewi, Account Director Vero Indonesia, saat ini, lebih banyak berita bohong dan disinformasi di Indonesia yang berfokus pada program vaksinasi.

“Konten palsu biasanya disebarkan melalui platform media sosial untuk menciptakan respon emosional, terutama ketakutan dan kebencian, serta memecah belah pendapat publik,” ujar Diah Andrini Dewi.

“Saat ini kita melihat bahwa banyak orang di Indonesia yang enggan untuk divaksinasi akibat berita bohong dan disinformasi seputar cara pembuatan vaksin dan teori konspirasi terkait vaksin. Selain itu, berita bohong terkait COVID-19 sebenarnya hanyalah salah satu contoh. Ada banyak zona risiko lain terhadap serangan disinformasi sehingga sangat penting bagi para pemimpin bisnis untuk melindungi brand mereka terhadap bahaya disinformasi yang dapat berdampak negatif bagi  bisnis dan citra perusahaan," tambah Diah Andrini Dewi.

Sementara itu, Chief Communications Officer Vero, Pattanee Jeeriphab menuturkan, selain membahas tentang ancaman disinformasi, PR Playbook ini juga menawarkan beberapa saran untuk brand dalam mempersiapkan dan meminimalisir dampak serangan disinformasi. Langkah tersebut antara lain menempatkan tim tanggap krisis, meninjau zona risiko yang rentan, membuat daftar kata kunci untuk social listening, membangun kepercayaan dengan komunikasi secara  konsisten dan transparan, mengelola kanal media yang dimiliki (owned media), persiapan untuk menyanggah berita bohong, dan memanfaatkan platform media sosial untuk menghadapi pelaku kejahatan.

“Brand harus membangun saluran media yang dimiliki dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan jelas dan konsisten. Hal ini akan membantu brand dalam membangun kepercayaan dan memastikan audiens mereka mendengarkan ketika mereka menghadapi rumor dan berita palsu,” kata Pattanee Jeeriphab.

Kebenaran yang murni dan tulus, ketika disampaikan secara efektif dari sumber tepercaya, memiliki kekuatan untuk menghalau berita bohong dan meningkatkan kepercayaan, terutama di zaman ini di mana kebenaran sangat sulit didapat, pungkas Pattanee Jeeriphab. (Azwar)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar