News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua MPR Dukung Sabam Sirait Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Ketua MPR Dukung Sabam Sirait Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional


Jakarta, www.wartapembaruan.co.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung penuh Sabam Sirait dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.  Sabam Sirait adalah tokoh Partai Deokrasi Indonesia dan pernah menjadi Sekjen PDI. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota DPR RI lima periode. Terakhir Sabam Sirait menjadi anggota DPD RI sejak 2018 hingga meninggalnya pada 29 September 2021.

Dukungan Ketua MPR itu dikemukakan ketika berbicara pada acara Seminar Nasional yang digelar PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bertema "Sabam Sirait Dalam Berjuang Bagi Demokrasi dan HAM di Indonesia" di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR Jakarta, Senin (28/3/2022).

Menurutnya, Sabam selalu menggerakkan segenap tenaga dan pikiran untuk kemajuan demokrasi. Kepergian almarhum di tengah berkembangnya pragmatisme politik dan minimnya tokoh negarawan yang konsisten menjaga komitmen kebangsaan, menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga dan kerabat almarhum, tetapi juga bagi semua orang yang merindukan hadirnya tokoh bangsa yang mengedepankan sikap egaliter, kearifan dan kebijaksanaan, sekaligus intelektualitas dalam berpolitik.

Ia berharap pemerintah memberikan persetujuan untuk menjadikan Sabam Sirait jadi Pahlawan Nasonal.  Apalagi menurutnya, Sabam Sirait merupakan politisi yang lurus, sehingga para politikus yang lebih muda patut meneladaninya.

Acara seminar itu selain menghadirkan Ketua MPR Bambang Soesatyo, juga mengundang Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM RI Mahfud MD; Ketua DPR RI Periode 1999-2004, Akbar Tanjung; Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni; Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman Theo L. Sambuaga.

Bambang Soesatyo juga menjelaskan, Sabam Sirait adalah sosok yang sangat dihormati dan disegani, karena kepribadiannya yang bersahaja, hangat, dan bersahabat.

"Kita mengenal Sabam sebagai pribadi yang dengan sepenuh hati mencurahkan segenap tenaga dan pemikirannya untuk kemajuan demokrasi di Indonesia. Bagi siapa pun yang mengenal Sabam, beliau adalah sahabat, guru, dan sekaligus teladan dalam kehidupan berpolitik, berbangsa dan bernegara," katanya.

Dukungan yang sama diberikan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD yang menilai sosok almarhum Sabam Sirait pantas dianugerahi gelar pahlawan nasional, mengingat jasa-jasanya dalam mengisi kemerdekaan sangat besar, khususnya dalam merawat kemajemukan bangsa dan menjaga demokrasi demi tetap tegak berdirinya NKRI.

"Pak Sabam layak menjadi Pahlawan Nasional," katanya.

Mahfud mengungkapkan, beberapa syarat khusus dalam pemberian gelar pahlawan nasional, sebagaimana termuat dalam pasal 26 UU No.20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, antara lain pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Juga pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa," katanya.

Calon pahlawan nasional juga dikataan Mahfud memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi, selain itu melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

“Jadi, tidak ada yang meragukan Sabam Sirait untuk dijadikan pahawan nasional. Namun, proses formal harus dilalui sesuai aturan yang berlaku," katanya. (ys_soel)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.