Iklan

Wakil Ketua MPR: Tingkat Literasi Bangsa Indonesia Rendah

warta pembaruan
12 Juli 2022 | 10:08 AM WIB Last Updated 2022-07-12T03:08:17Z

Keterangan Gambar : Lestari Moerdijat (Wakil Kerua MPR RI)

Jakarta, www.wartapembaruan.co.id – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat k- 62 dari 70 negara yang memiliki tingkat literasi rendah, artinya berada di dalam 10 negara terbawah.

Pernyataannya itu mengutip survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019.

Karena itu dibutuhkan Gerakan Literasi Nasional yang didukung penuh oleh semua pihak, sehingga tercipta akselerasi pertumbuhan minat baca di seluruh Indonesia sejak dini, kata Lestari Mordijat dalam keterangan di Jakarta, Senin (11/7/2022).

"Bila tidak segera melakukan langkah-langkah yang strategis dalam meningkatkan literasi anak bangsa, kita akan sulit bersaing di masa datang," katanya.

Ia mengatakan bahwa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud Ristek telah mengirimkan lebih dari 2,5 juta eksemplar buku pengayaan pendukung untuk empat wilayah yang termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yaitu Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, yang meliputi 41 kabupaten/kota.

Namun menurutnya, upaya pendistribusian jutaan buku oleh pemerintah tersebut dinilainya belum cukup untuk mengakselerasi peningkatan literasi anak bangsa.

“Bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi buku dan bahan bacaan, serta atmosfer membaca yang lebih kental lagi, terutama di lingkungan generasi muda,” kata Wakil Ketua MPR RI.

Menurutnya, membangun budaya membaca tidak bisa hanya berfokus pada ketersediaan buku dan bahan bacaan semata, lebih dari itu diperlukan langkah yang konsisten dan terukur lewat penerapan program belajar yang mampu membangun budaya membaca sejak dini.

Upaya perluasan pendistribusian buku dan bahan bacaan, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dipastikan sangat diperlukan, sehingga pasokan buku dan bahan bacaan bagi generasi muda terjamin, termasuk pola pengajaran yang mendukung peningkatan budaya membaca.

“Bangsa ini membutuhkan konsistensi dalam menjamin keberlangsungan sejumlah upaya tersebut, sehingga dapat mewujudkan daya saing bangsa di masa datang,” kata Lestari Moerdijat. (ys_soel)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wakil Ketua MPR: Tingkat Literasi Bangsa Indonesia Rendah

Trending Now

Iklan