Puluhan Penumpang Terlantar, Bus ALS Mogok di Sibuhuan Tanpa Kepastian
Padang Lawas, Wartapembaruan.co.id – Puluhan penumpang Bus ALS terlantar di jalan setelah armada dengan nomor lambung 160 dan nopol BK 7960 mengalami mogok di wilayah Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, sejak Rabu (18/03/2026) sore.
Bus yang berangkat dari Medan dengan tujuan Terminal Klender itu dilaporkan berhenti beroperasi sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Kamis (19/03/2026) pukul 08.00 WIB, para penumpang mengaku tidak mendapatkan kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak perusahaan.
Sejumlah penumpang menyebut sopir tidak memberikan solusi, sementara pihak kantor pusat ALS di Medan juga tidak dapat dihubungi selama berjam-jam. Kondisi ini memicu kekecewaan karena penumpang merasa ditelantarkan tanpa kepastian keberangkatan lanjutan.
“Dari sore sampai pagi kami menunggu tanpa kejelasan. Tidak ada bantuan atau informasi pasti,” ungkap salah satu penumpang dalam siaran langsung akun TikTok Dajawak yang menjadi sumber informasi kejadian ini.
Karena tak kunjung ada solusi, sebagian penumpang akhirnya mengambil inisiatif mencari transportasi alternatif. Mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan bus lain dengan biaya tambahan sebesar Rp600.000 per orang.
Namun, tidak semua penumpang memiliki cukup uang. Beberapa di antaranya terpaksa kebingungan di lokasi karena kehabisan biaya, sementara harapan kompensasi dari pihak ALS masih belum jelas.
Peristiwa ini menambah daftar keluhan terhadap pelayanan angkutan umum antarkota antarprovinsi, khususnya terkait tanggung jawab perusahaan saat terjadi kendala di perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen ALS terkait insiden tersebut maupun kepastian ganti rugi bagi para penumpang.

