Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat


Jambi, Wartapembaruan.co.id
— Konflik agraria di Jambi kembali meledak. Bentrokan antara masyarakat adat Suku Anak Dalam (SAD) dan pihak keamanan perusahaan PT Sari Aditya Loka (SAL) I, anak usaha Astra Group, di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Minggu (12/4/2026), menjadi bukti nyata konflik yang tak pernah benar-benar diselesaikan.

Sedikitnya delapan orang dilaporkan terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius akibat kekerasan fisik. Situasi di lokasi disebut mencekam, menyusul meningkatnya ketegangan dalam beberapa hari terakhir.


Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menilai peristiwa ini bukan sekadar bentrokan biasa, melainkan akumulasi konflik struktural yang selama ini dibiarkan. Ekspansi korporasi dinilai terus menekan ruang hidup masyarakat adat, sementara negara dianggap gagal hadir memberikan perlindungan.

Masuknya puluhan tenaga keamanan baru ke area konsesi perusahaan disebut menjadi pemicu eskalasi. Alih-alih meredam konflik, pendekatan keamanan justru dinilai memperkeruh situasi.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa peristiwa ini mencerminkan kegagalan negara dalam menyelesaikan konflik agraria secara adil.


“Ini bukan kejadian tunggal. Ini konflik struktural yang terus berulang karena negara abai. Ruang hidup masyarakat adat diserahkan ke korporasi, sementara mereka dipaksa bertahan di tanahnya sendiri. Selama pendekatan represif digunakan, konflik tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Bagi SAD, hutan bukan sekadar lahan, melainkan sumber kehidupan. Ketika wilayah adat diambil tanpa pengakuan dan persetujuan, benturan menjadi tak terhindarkan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi dalam bentrokan tersebut, termasuk terbakarnya sejumlah fasilitas perusahaan. Kondisi ini menandakan konflik telah mencapai titik kritis dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara adil.

WALHI Jambi mendesak:

- Penghentian segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat adat

- Pengakhiran pendekatan keamanan dalam konflik agraria

- Pengakuan dan perlindungan wilayah adat SAD

- Pembukaan dialog setara antara perusahaan dan masyarakat

WALHI menegaskan, konflik di Sarolangun adalah alarm keras bahwa krisis agraria di Jambi telah memasuki fase darurat.

“Jika negara terus berpihak pada modal dan mengabaikan rakyat, maka keadilan hanya akan jadi slogan kosong,” tutupnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat
  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat
  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat
  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat
  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat
  • Bentrokan SAD vs Perusahaan Astra di Sarolangun Memanas, WALHI: Negara Gagal Lindungi Rakyat