Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI


Lombok Timur, NTB, Wertapembaruan.co.id
– Pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, menuai sorotan dari sejumlah mitra dapur dan masyarakat. Mereka menilai masih terdapat ketidakteraturan dalam pendataan dan distribusi penerima manfaat (PM), sehingga memunculkan kesan tidak merata.

Sejumlah mitra dapur MBG di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa pembagian jumlah penerima manfaat dinilai belum sepenuhnya mengacu pada asas keadilan. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan signifikan jumlah penerima di tiap dapur.

“Masih terlihat adanya dapur yang menerima porsi besar hingga lebih dari 2.500 penerima manfaat, sementara dapur lain hanya sekitar 1.000 penerima,” ujar salah satu mitra dapur yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima manfaat di Kecamatan Sakra diperkirakan mencapai lebih dari 19.000 siswa sekolah, ditambah sekitar 5.000 dari kelompok B3, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

Para mitra dapur menilai, perbedaan distribusi tersebut perlu ditinjau ulang agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di lapangan. Mereka juga meminta adanya transparansi dalam penentuan jumlah penerima manfaat di setiap dapur.

Selain itu, aspek jarak atau radius antara dapur dengan lokasi penerima manfaat, seperti sekolah-sekolah, juga dinilai perlu menjadi perhatian agar distribusi makanan lebih efektif dan sesuai standar program.

Sorotan juga diarahkan kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI Kecamatan Sakra yang dinilai kurang terbuka dalam memberikan informasi. Beberapa pihak mengaku kesulitan memperoleh klarifikasi saat mencoba mengonfirmasi terkait pelaksanaan program tersebut.

Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan yang diterima. Beberapa penerima manfaat mengaku pernah mendapatkan makanan yang kurang layak, seperti menu yang basi atau buah yang belum matang, serta porsi yang dinilai tidak sesuai.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), guna memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata dan berkeadilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Korcam SPPI Kecamatan Sakra maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.


Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI
  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI
  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI
  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI
  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI
  • Distribusi Program MBG di Sakra Disorot, Warga Minta Evaluasi Kinerja Korcam SPPI