DPD KNTI Lombok Timur Selamat Hari Nelayan Nasional
REGIONAL, Wartapembaruan.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Lombok Timur menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh nelayan yang terus berjuang menjaga ketahanan pangan laut dan keberlanjutan sumber daya pesisir.
Ketua DPD KNTI Lombok Timur, Muhammad Taufiqurrahman, menegaskan bahwa peringatan tahun ini harus menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan serius yang masih dihadapi nelayan, khususnya di Lombok Timur.
Adapun beberapa tuntutan dan sorotan utama KNTI Lombok Timur:
1. Stop Perampasan dan Pengkavlingan Ruang Laut
KNTI mendesak pemerintah untuk menghentikan praktik penguasaan ruang laut oleh perusahaan besar yang semakin mempersempit wilayah tangkap nelayan tradisional. Laut bukan milik korporasi, melainkan ruang hidup rakyat pesisir.
2. Kemudahan Penerbitan Pas Kecil
KNTI meminta adanya kemudahan dan percepatan pelayanan dalam penerbitan pas kecil oleh Syahbandar Kelas III Lombok Timur, agar nelayan tidak dipersulit dalam menjalankan aktivitas melaut secara legal.
3. Pencemaran Limbah Perusahaan Vaname
KNTI menyoroti aktivitas perusahaan tambak udang vaname yang diduga mencemari laut. Limbah yang dibuang ke perairan telah berdampak langsung pada menurunnya hasil tangkapan nelayan di Lombok Timur.
Lebih lanjut, ketua DPD KNTI LOMBOK TIMUR Muhammad Taufiqurrahman menyampaikan:
"Atas harapan nelayan Lombok Timur, terutama yang terdampak semakin sempitnya ruang tangkap, maka DPD KNTI dalam waktu dekat akan mengajukan hearing dengan DPRD Provinsi NTB, Dinas Perikanan Provinsi, serta stakeholder terkait untuk menyampaikan langsung keluhan nelayan."
KNTI Lombok Timur berharap pemerintah tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi benar-benar berpihak kepada nelayan kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pesisir.
Selamat Hari Nelayan Nasional.
Laut untuk nelayan, bukan untuk segelintir kepentingan.
