Rohana Kudus: Jejak Sunyi Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia yang Mengubah Sejarah
OPINI, Wartapembaruan.co.id - Indonesia hari ini menikmati kebebasan belajar, menulis, dan bersuara. Namun, di balik kebebasan tersebut, ada perjuangan panjang yang telah dirintis oleh para tokoh bangsa, termasuk seorang perempuan tangguh bernama Rohana Kudus.
Nama Rohana Kudus mungkin belum sepopuler R. A. Kartini dalam narasi emansipasi perempuan. Namun, kontribusinya dalam dunia pendidikan dan jurnalistik Indonesia memiliki pengaruh besar yang patut dikenang.
Lahir di Koto Gadang, Rohana telah menunjukkan semangat belajar yang tinggi sejak usia muda. Pada masa itu, akses pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas. Meski demikian, ia tidak menyerah pada keadaan, justru menjadikannya sebagai dorongan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.
Jika Kartini dikenal melalui surat-suratnya, Rohana memilih jalur yang berbeda: jurnalistik. Pada tahun 1912, ia mendirikan surat kabar khusus perempuan bernama Sunting Melayu di Padang Panjang. Melalui media ini, Rohana aktif menyuarakan berbagai isu penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga hak-hak perempuan.
Tulisan-tulisannya dikenal tajam, kritis, dan berani, bahkan di tengah kuatnya budaya patriarki saat itu. Ia menjadikan pena sebagai alat perjuangan, membuka ruang bagi perempuan untuk berpikir, bersuara, dan berkarya.
Tak hanya di dunia jurnalistik, Rohana juga berkiprah di bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia, sebuah lembaga yang memberikan keterampilan dan pendidikan bagi perempuan pribumi agar lebih mandiri dan berdaya.
Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Rohana Kudus pada tahun 2019. Meski demikian, hingga kini belum ada hari peringatan khusus secara nasional untuk mengenang perjuangannya. Peringatannya masih sering disatukan dalam momentum seperti Hari Pahlawan serta berbagai kegiatan literasi dan pendidikan.
Kisah Rohana Kudus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu nama. Ada banyak sosok hebat yang telah berkontribusi besar, meski belum sepenuhnya dikenal luas oleh masyarakat.
Dengan mengenal lebih dekat perjuangan Rohana Kudus, generasi muda diharapkan mampu meneladani semangatnya dalam memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
Rohana Kudus bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Ia adalah simbol keberanian perempuan Indonesia untuk bangkit, berpikir, dan berkarya. Dari pena, ia mengubah dunia. Dari keberanian, ia membuka jalan.
Kini, estafet perjuangan itu ada di tangan generasi penerus—melanjutkan dengan karya, suara, dan aksi nyata.
*Penulis: Syahrul Amin, S.Sos (PMII Aceh)
