Swasembada Pangan–Energi Dinilai Jadi Kunci Jaga Persatuan Nasional
SURABAYA, Waetapembaruan.co.id – Di tengah ambisi swasembada yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto, muncul pandangan bahwa percepatan di sektor pangan dan energi tidak sekadar menyangkut kebutuhan dasar, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kohesi sosial bangsa.
Panglima Brigade Persatuan Nasional, Andre Yulius, menilai efisiensi serta kecepatan kerja kabinet menjadi faktor kunci dalam mewujudkan target tersebut. Ia melihat adanya sinkronisasi yang solid di antara para menteri teknis dalam menerjemahkan visi presiden.
“Efisiensi dan lari cepat menuju swasembada pangan maupun energi secara otomatis akan menjaga persatuan nasional,” ujar Andre dalam sebuah diskusi di Jakarta pekan lalu.
Menurutnya, ritme kerja tim ekonomi dan sektor produksi saat ini menunjukkan perbedaan signifikan dibanding sebelumnya. Ketangkasan birokrasi dinilai menjadi modal utama agar berbagai program strategis tidak berhenti sebatas perencanaan.
Andre menegaskan, terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri dapat menekan potensi konflik sosial akibat kelangkaan sumber daya. Dalam perspektif Brigade Persatuan Nasional, swasembada merupakan “benteng” pertahanan non-militer yang krusial.
“Pemerintahan ini dinilai mumpuni dalam menerapkan efisiensi. Kelincahan tim di lapangan menjadi pembeda,” tambahnya.
Sosok Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut mendapat perhatian dalam pengamatan tersebut. Di kalangan aktivis dan penggerak kemandirian desa, Amran bahkan dijuluki sebagai “King Kemajuan Petani” karena dinilai responsif terhadap persoalan petani di lapangan.
“Ini yang kita butuhkan, pemimpin sektor yang memahami kondisi riil di akar rumput,” kata Andre.
Program mekanisasi pertanian serta optimalisasi lahan yang dijalankan Kementerian Pertanian disebut sebagai contoh nyata percepatan yang diharapkan. Ia optimistis, jika konsistensi kebijakan ini terjaga, maka kedaulatan pangan akan berdampak langsung pada penguatan persatuan nasional.
Meski demikian, publik masih menanti apakah laju percepatan tersebut dapat dipertahankan hingga tuntas, atau justru terhambat oleh kendala birokrasi yang selama ini menjadi tantangan klasik.
Andre menegaskan pihaknya mendukung penuh pemerintahan saat ini. Hal senada disampaikan Sekjen DPP Brigade Persatuan Nasional, Abdullah Amas, yang mengajak masyarakat memperkuat komitmen menjaga persatuan.
“Kami menyerukan penggunaan tagar #DokterAndreBersamaPrabowo sebagai bentuk dukungan terhadap kerja keras pemerintah dalam melindungi rakyat, konstitusi, dan pemerintahan hasil demokrasi sah 2024,” tegas Amas.
(Redho)
