Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik, Ada Oknum Aparat Terlibat?


Jambi, Wartapembaruan.co.id
— Kebakaran hebat yang melanda gudang penampungan BBM ilegal pada Jumat malam (15/05/2026) sekitar pukul 17.40 WIB menggemparkan warga sekitar. Kobaran api yang membumbung tinggi di tengah kawasan padat penduduk memicu kepanikan warga yang khawatir api merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi.

Peristiwa itu kembali membuka dugaan maraknya praktik penimbunan dan pengoplosan BBM ilegal yang diduga beroperasi bebas tanpa pengawasan ketat aparat penegak hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, gudang tersebut diduga menjadi lokasi aktivitas overtab minyak olahan yang disebut-sebut berasal dari refinery ilegal sebelum dipindahkan ke tangki resmi milik perusahaan berlabel PT ASR Petrolin Energi dengan nomor induk usaha (NIB) 91200039419430006.

Minyak tersebut diduga kemudian dipasarkan seolah-olah sebagai minyak industri legal.

Saat kebakaran terjadi, di lokasi terlihat jelas aktivitas pemindahan minyak menggunakan dua unit truk bertangki modifikasi petak dan dua unit mobil tangki berwarna biru putih. Dugaan sementara, api dipicu korsleting dari mesin pompa saat proses transfer minyak berlangsung.

Sumber di lapangan menyebut kemungkinan besar minyak olahan yang dipindahkan masih mengandung gas mudah terbakar sehingga api dengan cepat menyambar dan membesar.

Yang mengejutkan, dari informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber terpercaya, gudang BBM ilegal tersebut diduga dimiliki oleh tiga orang berinisial Dwik, Frans, dan Amad. Salah satu nama bahkan disebut-sebut merupakan oknum anggota kepolisian yang berdinas di Kabupaten Tebo.

Jika informasi tersebut benar, maka kasus ini bukan sekadar persoalan gudang BBM ilegal biasa, melainkan dapat menyeret dugaan keterlibatan aparat dalam praktik bisnis minyak ilegal yang selama ini diduga tumbuh subur di wilayah Jambi.

Masyarakat kini mempertanyakan bagaimana gudang berisi bahan bakar dalam jumlah besar bisa bebas beroperasi di tengah permukiman warga tanpa tindakan tegas. Aktivitas keluar masuk mobil tangki dan proses pemindahan minyak disebut bukan hal baru di lokasi tersebut.

Ironisnya, meski aktivitasnya diduga berlangsung cukup lama, gudang itu tetap beroperasi hingga akhirnya terbakar hebat dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan “beking” terhadap bisnis BBM ilegal yang nilainya disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.

Publik mendesak Polda Jambi dan aparat terkait segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum aparat maupun jaringan mafia BBM ilegal yang bermain di balik operasional gudang tersebut.

Warga berharap aparat tidak hanya berhenti pada penyelidikan kebakaran semata, tetapi juga membongkar alur distribusi minyak ilegal, asal pasokan, hingga pihak-pihak yang selama ini diduga melindungi aktivitas tersebut.

Sebab jika praktik seperti ini terus dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi keselamatan masyarakat juga dipertaruhkan di tengah bisnis ilegal yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi bom waktu di kawasan permukiman.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?
  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?
  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?
  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?
  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?
  • Gudang BBM Ilegal di Tengah Permukiman Terbakar Hebat, Muncul Tiga Nama Pemilik,  Ada Oknum Aparat Terlibat?