Habib Syakur: Keteladanan Kapolri dalam Menghormati Pendiri Bangsa Patut Menjadi Inspirasi Seluruh Anak Bangsa

Keterangan Foto: Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid,Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK). (Dok-Istimewa)
JAKARTA, Wartapembaruan.co.id - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan sikap dan keteladanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai contoh dalam membangun kehidupan berbangsa yang berlandaskan akhlak, etika, serta nilai-nilai luhur kebangsaan.
Ajakan tersebut disampaikan Habib Syakur sebagai bentuk apresiasi terhadap rangkaian kegiatan ziarah yang dilakukan Kapolri ke makam sejumlah tokoh pendiri dan pemimpin bangsa menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki makna historis sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, Presiden Kedua RI Soeharto, Presiden Ketiga RI B.J. Habibie, Presiden Keempat RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta sejumlah tokoh pejuang nasional lainnya.
Habib Syakur menilai langkah tersebut mencerminkan karakter seorang pemimpin yang menjunjung tinggi nilai sejarah, menghormati jasa para pendiri bangsa, sekaligus menanamkan budaya penghormatan kepada generasi penerus di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Apa yang dilakukan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan contoh nyata bagaimana budi pekerti, etika, dan akhlak luhur bangsa Indonesia tetap hidup dan dijaga dengan baik. Sikap seperti inilah yang patut menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat," ujar Habib Syakur dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, konsep Polri Presisi tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, tetapi juga tercermin dalam pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kesantunan, serta penghormatan terhadap sejarah dan budaya bangsa.
Habib Syakur menilai bahwa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit berhasil menghadirkan wajah Polri yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan penuh empati. Ia mengatakan budaya ketimuran yang menjunjung sopan santun, penghormatan kepada para pendahulu, serta sikap rendah hati merupakan karakter yang perlu terus dipelihara di tengah dinamika kehidupan modern.
"Ini merupakan sikap yang sangat luar biasa. Dengan penuh kerendahan hati, beliau memberikan teladan kepada seluruh anggota Polri beserta keluarganya mengenai pentingnya budi pekerti, akhlak mulia, dan etika keindonesiaan. Nilai-nilai seperti ini sudah semestinya menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa," ungkapnya.
Lebih lanjut, Habib Syakur berpandangan bahwa Kapolri mampu membangun komunikasi yang inklusif dengan berbagai elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, golongan maupun kelompok. Menurutnya, pendekatan tersebut memperkuat semangat persatuan nasional yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan keteladanan moral di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang kerap diwarnai penyebaran ujaran kebencian, provokasi, maupun polarisasi di ruang publik.
"Di tengah era digital yang sering dipenuhi ujaran negatif dan luapan emosi, masyarakat membutuhkan figur yang mampu menunjukkan ketenangan, kebijaksanaan, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai akhlak, etika, dan budaya ketimuran seperti yang ditunjukkan Kapolri menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan bangsa," katanya.
Habib Syakur berharap budaya saling menghormati, menjaga adab, dan mengedepankan nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh di lingkungan institusi negara maupun masyarakat luas. Menurutnya, penghormatan kepada jasa para pendiri bangsa merupakan bagian dari upaya menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman.
Menutup pernyataannya, Habib Syakur kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas sikap yang dinilainya mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan kasih sayang, empati, serta kepedulian terhadap nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
"Dengan akhlak, etika, sopan santun, dan budaya ketimuran, Kapolri menghadirkan wajah Indonesia yang menjunjung kasih sayang, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas keteladanan tersebut," pungkas Habib Syakur.