LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang
Sabang, Aceh, Wartapembaruan.co.id – Keberhasilan sebuah program kesehatan tidak berhenti ketika masa pendampingan berakhir, melainkan ketika masyarakat dan pemerintah mampu melanjutkan manfaat yang telah dibangun bersama. Semangat inilah yang menjadi fokus kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Closing Program Bidan untuk Negeri (BUN) yang diselenggarakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama YBM BRILiaN pada Kamis, 30 Juli 2026, di Aula Kantor Wali Kota Sabang.
Selama dua tahun pelaksanaan sejak 2024, Program Bidan untuk Negeri hadir memperkuat pelayanan kesehatan di Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai inovasi dikembangkan, mulai dari penguatan layanan Klinik Bidan untuk Negeri, peningkatan kapasitas kader kesehatan, skrining kesehatan masyarakat, hingga pembentukan Kebun Sehat sebagai upaya mendukung perilaku hidup sehat.
Program ini telah mendampingi 132 ibu hamil, 96 ibu bersalin, 77 ibu menyusui, dan 457 balita melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, dilakukan skrining kesehatan terhadap 554 remaja dan 908 masyarakat, pembentukan satu Kebun Sehat, serta peningkatan kapasitas 25 kader kesehatan sebagai penggerak kesehatan masyarakat.
Selama masa pendampingan, Klinik Bidan untuk Negeri juga mencatat 3.614 layanan kuratif, dengan total 13.108 penerima manfaat. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar sekaligus memperkuat peran kader, bidan, dan pemerintah gampong dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dalam sesi monitoring dan evaluasi, LKC Dompet Dhuafa Aceh memaparkan capaian program yang meliputi indikator keberhasilan, inovasi pelayanan, praktik baik (best practices), penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta dampak program terhadap masyarakat. Hasil evaluasi tersebut menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus bahan pembelajaran untuk pengembangan program kesehatan berbasis masyarakat di masa mendatang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, seluruh pemangku kepentingan melaksanakan Penandatanganan Komitmen Keberlanjutan Program Bidan untuk Negeri. Komitmen tersebut melibatkan Pemerintah Kota Sabang, Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Puskesmas Sukajaya, Pemerintah Gampong Ie Meulee, Akademi Keperawatan Ibnu Sina Sabang, serta berbagai mitra lainnya untuk memastikan penguatan kader kesehatan, optimalisasi pelayanan Polindes, edukasi kesehatan masyarakat, dan berbagai inovasi yang telah dibangun tetap berjalan sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Sabang memberikan Piagam Penghargaan kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Program Bidan untuk Negeri.
Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan bahwa Program Bidan untuk Negeri sejak awal dirancang bukan hanya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan di tingkat lokal.
"Keberhasilan sebuah program tidak diukur dari lamanya pendampingan, melainkan dari kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun bersama. Karena itu, keberlanjutan menjadi ruh utama Program Bidan untuk Negeri," ujar Arfan.
Sementara itu, Wali Kota Sabang yang diwakili oleh Drs. Kamaruddin (Asisten Administrasi Umum Sekdako Sabang), menyampaikan apresiasi kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN yang selama dua tahun terakhir telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Sabang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Sabang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN. Kami berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi dan praktik baik yang telah dihasilkan melalui Program Bidan untuk Negeri demi pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Nurul Sa'dah, kader kesehatan Gampong Ie Meulee, yang merasakan langsung manfaat program selama dua tahun terakhir.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh dan YBM BRILiaN yang telah menghadirkan Program Bidan untuk Negeri di desa kami. Kami memperoleh banyak peningkatan kapasitas melalui pelatihan kader dan berbagai kegiatan lainnya.
Kehadiran Klinik Bidan untuk Negeri juga memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan di Polindes yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Sabang, TP-PKK Kota Sabang, Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Puskesmas Sukajaya, Camat Sukajaya, Pemerintah Gampong Ie Meulee, Direktur Akademi Keperawatan Ibnu Sina Sabang,
Ketua PC IBI Kota Sabang, TP-PKK Gampong Ie Meulee, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra yang selama ini berperan aktif dalam pelaksanaan Program Bidan untuk Negeri.
Berakhirnya masa pendampingan bukanlah akhir dari pengabdian. Selama dua tahun terakhir, Program Bidan untuk Negeri tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kapasitas kader, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, dan menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Melalui komitmen keberlanjutan yang telah disepakati bersama, berbagai inovasi dan praktik baik yang lahir dari program ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan Kota Sabang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat jauh melampaui berakhirnya masa program.
Penulis,
Rifa Sholeha (PIC Program BUN LKC DD Aceh)

