Perkuat Akses Pendidikan Global, Alumni The University of Queensland Gelar UQ Global Connection di Banda Aceh
BANDA ACEH, Wartapembaruan.co.id – Kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri semakin terbuka bagi putra-putri Indonesia. Namun, masih banyak calon mahasiswa yang menghadapi tantangan dalam mengakses informasi mengenai pilihan universitas, beasiswa, hingga persiapan studi internasional. Padahal, jejaring alumni memiliki peran penting sebagai sumber inspirasi, pendampingan, sekaligus penghubung menuju pendidikan global.
Menjawab kebutuhan tersebut, Alumni The University of Queensland (UQ) menyelenggarakan UQ Global Connection – Aceh pada Minggu (19/7/2026) di Hoco Coffee Lamteumen, Banda Aceh. Kegiatan ini mempertemukan alumni, mahasiswa, dan calon mahasiswa dalam forum berbagi pengalaman mengenai studi, beasiswa, pengembangan karier, serta pentingnya membangun jejaring internasional.
Mengusung tema "Creating Change Through One of the Leading Universities in Australia", kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian UQ Global Connections, sebuah program jejaring alumni UQ yang diselenggarakan di berbagai negara untuk memperkuat hubungan antarsesama alumni sekaligus memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ketua UQ Alumni Indonesia, Dr. Desi Utami, mengatakan bahwa penyelenggaraan UQ Global Connection di Banda Aceh merupakan upaya memperluas manfaat keberadaan alumni UQ di berbagai daerah di Indonesia. "Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat jejaring alumni, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Aceh untuk memperoleh informasi mengenai studi di Australia, peluang beasiswa, serta membangun kolaborasi yang berdampak bagi daerah," ujarnya.
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi Study at UQ membahas strategi menembus salah satu universitas terbaik dunia, pengalaman akademik, serta persiapan studi di Australia dengan menghadirkan Zuhhad Naafil (alumni LPDP), Rizka Maulida (alumni Australia Awards Scholarship), dan Dr. Novia Mehra Erfiza (alumni LPDP). Sementara itu, sesi Life After Graduation menghadirkan Zulfinar, Fatmawati, dan Abdullah Syahira Antoni yang berbagi pengalaman mengenai pengembangan karier, kontribusi profesional, serta penerapan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di The University of Queensland.
Acara dibuka secara daring oleh Nadia Sarah, Senior Principal Adviser The University of Queensland untuk Asia Tenggara, yang memperkenalkan berbagai program studi, sistem pembelajaran, serta peluang yang tersedia bagi mahasiswa internasional di UQ. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Aceh Australian Alumni (AAA), Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T., serta Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Banda Aceh, Muzakkir, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring alumni dan peningkatan akses pendidikan internasional bagi masyarakat Aceh.
Melalui forum diskusi yang berlangsung interaktif, peserta memperoleh gambaran mengenai proses memperoleh beasiswa, pengalaman beradaptasi selama menempuh studi di Australia, hingga strategi membangun karier setelah lulus. Selain menjadi wadah berbagi pengalaman, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antarsesama alumni dan calon penerima beasiswa agar saling mendukung dalam pengembangan pendidikan dan profesionalisme.
Melalui UQ Global Connection – Aceh, para alumni berharap semakin banyak putra-putri Aceh yang berani melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional serta memanfaatkan jejaring global untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kolaborasi antaralumni diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengetahuan, mentoring, dan kemitraan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

