Resa Nahkodai PMII Komisariat Universitas Malikussaleh Periode 2026–2027
Lhokseumawe, Wartapembaruan.co.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Malikussaleh resmi menetapkan Resa sebagai Ketua Komisariat PMII Universitas Malikussaleh masa khidmat 2026–2027 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) VI yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di AJM Coffee, Reuleut Timur, Aceh Utara. Mengusung tema "Meusaboh Tekad, Meusaboh Gerakan: Membangun Generasi Komisariat PMII UNIMAL yang Berdaya dan Bermartabat," forum tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat arah gerak organisasi ke depan.
Rapat Tahunan Komisariat VI dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malikussaleh, Dr. Alfian, S.H.I., M.A., Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Lhokseumawe, Dr. Teuku Kemal Fasya, M.Hum., Ketua Cabang PMII Lhokseumawe beserta jajaran pengurus cabang, alumni, serta kader PMII Komisariat Universitas Malikussaleh.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malikussaleh, Dr. Alfian, mengapresiasi terselenggaranya forum tahunan tersebut sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pendidikan kepemimpinan mahasiswa. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Mabincab PMII Lhokseumawe, Dr. Teuku Kemal Fasya, menekankan pentingnya menjaga tradisi intelektual dan budaya diskusi di lingkungan PMII. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan gagasan-gagasan yang relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pergerakan PMII.
Kepemimpinan Komisariat PMII Universitas Malikussaleh secara resmi beralih dari Sahabat Andika Pratama Ginting kepada Resa. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi awal baru bagi penguatan organisasi, kaderisasi, serta peningkatan kontribusi PMII di lingkungan kampus dan masyarakat.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Komisariat terpilih, Resa menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab seluruh kader untuk membawa PMII Komisariat Universitas Malikussaleh menjadi organisasi yang semakin progresif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.
"Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijalankan bersama. Semangat Meusaboh Tekad, Meusaboh Gerakan bukan sekadar tema, tetapi komitmen kita untuk memperkuat kaderisasi, menghidupkan tradisi intelektual, mempererat solidaritas kader, serta menghadirkan gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa. Saya mengajak seluruh sahabat untuk berjalan bersama membangun Komisariat PMII Universitas Malikussaleh yang berdaya dan bermartabat."
Resa menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2027 akan memprioritaskan penguatan sistem kaderisasi, peningkatan kapasitas intelektual kader, pengembangan kepemimpinan mahasiswa, digitalisasi organisasi, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen kampus dan masyarakat. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang lahirnya kader yang mampu berpikir kritis, menawarkan solusi, dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Ketua Cabang PMII Lhokseumawe dalam arahannya berharap kepengurusan baru dapat menjaga marwah organisasi, memperkuat soliditas kader, serta melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat kolektif dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Ia menilai Komisariat Universitas Malikussaleh memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader PMII yang berkualitas dan berdaya saing.
Rapat Tahunan Komisariat VI kemudian ditutup dengan penyerahan estafet kepemimpinan dari Ketua Komisariat demisioner kepada Ketua Komisariat terpilih sebagai simbol keberlanjutan perjuangan organisasi. Dengan kepemimpinan baru, PMII Komisariat Universitas Malikussaleh diharapkan semakin kokoh sebagai ruang kaderisasi yang melahirkan insan akademis, pencipta, pengabdi, serta kader bangsa yang menjunjung tinggi nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
