Bianca Shakila Sulap Tradisi Jathilan Jadi Musik Kekinian Lewat “Jaran Kepang”
Jakarta, Wartapembaruan.co.id — 11/8/2026, Penyanyi muda asal Jawa Tengah, Bianca Shakila, mencoba membawa kesenian tradisional Jawa ke telinga generasi masa kini. Lewat single terbarunya, “Jaran Kepang”, Bianca memadukan unsur musik tradisional dengan hiphop, koplo, dan remix.
Bagi Bianca, “Jaran Kepang” bukan sekadar proyek musik baru. Lagu tersebut menjadi bentuk kecintaannya terhadap budaya Jawa sekaligus upayanya mengenalkan kesenian Jathilan atau Jaranan kepada generasi muda.
“Aku pengin sekali lewat lagu Jaran Kepang ini aku bisa nguri-uri budaya Jawa, yaitu kesenian Jathilan atau Jaranan,” ujar Bianca Shakila.
Penyanyi berusia 22 tahun itu mengungkapkan, ide “Jaran Kepang” muncul setelah dirinya mendapatkan inspirasi pada Malam Suro 2026. Inspirasi tersebut kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah karya dengan pendekatan musik yang lebih modern.
“Lagu ini jujur tercipta saat mendapatkan inspirasi di Malam Suro 2026 kemarin,” kata Bianca.
Ia menyebut lirik dalam lagu tersebut memiliki pesan yang cukup mendalam. Di balik lirik yang dibuat sederhana, Bianca juga menyisipkan unsur mantra yang menurutnya memiliki makna tersendiri.
“Part lirik di dalamnya ada pesan yang mendalam dan di antara lirik sederhananya juga terselip mantra-mantra yang punya manfaat untuk kita bila bisa memanfaatkannya,” tuturnya.
Untuk aransemennya, Bianca menggandeng Cak Bram bersama tim Shakila Musik dan Musiclabs.
Konsep musiknya pun dibuat berbeda. Bianca memilih hanya menghadirkan seorang operator DJ sebagai pengiring untuk memperkuat perpaduan unsur tradisional dengan musik modern.
“Dalam proyek musik ini, aku sengaja cuma menghadirkan pengiring seorang operator DJ,” ujarnya.
“Tujuannya memberi tawaran baru kepada penikmat musik yang suka hiphop, koplo, dan remix,” sambung Bianca.
Menurut Bianca, pendekatan tersebut diharapkan bisa membuat kesenian Jathilan lebih mudah diterima oleh generasi muda. Ia ingin budaya tradisional tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup melalui berbagai bentuk karya kreatif.
“Harapannya kesenian Jaran Kepang bisa dikenal oleh anak-anak generasi sekarang,” katanya.
Video klip “Jaran Kepang” juga telah disiapkan. Shakila Enterprise dipercaya menggarap video tersebut dengan mengambil latar pedesaan di Semarang.
Sementara itu, teaser single “Jaran Kepang” sudah mulai diperkenalkan Bianca melalui kanal media sosialnya.
Perjalanan Bianca di dunia hiburan sendiri bukan sesuatu yang baru. Ia sebelumnya dikenal sebagai penyanyi pop dangdut berbahasa Jawa yang dekat dengan genre musik ambyar.
Pada 2020, Bianca pernah mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang ketika menggarap lagu “Lawang Sewu”. Selain bernyanyi, ia juga aktif sebagai influencer dengan sejumlah aktivitas endorsement.
Karier panggungnya kemudian berkembang dengan tampil di berbagai acara berskala besar. Pada Juli 2024, Bianca tampil dalam perayaan HUT Bhayangkara Polda Jawa Tengah di Semarang yang dihadiri sekitar 60 ribu penonton.
Ia kemudian melanjutkan penampilan ke berbagai daerah di Indonesia. Di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Bianca tampil di hadapan belasan ribu penonton yang memadati Lapangan Bola Lanud.
Pada Oktober 2024, ia mendapat kesempatan tampil bersama Uut Permatasari di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Memasuki 2025, Bianca kembali tampil di Cargill Ketapang, Kalimantan Barat. Penampilannya mendapat sambutan antusias dari penonton yang memadati lokasi acara.
Pada Agustus 2025, Bianca juga dipercaya membuka rangkaian acara HUT Provinsi Jawa Tengah ke-80 di Alun-alun Jepara. Dalam acara tersebut, ia tampil bersama NDX AKA.
Selain panggung musik, Bianca pernah mencoba pengalaman berbeda lewat program “The Police” Trans7. Dalam program tersebut, ia ikut melakukan patroli bersama polisi dan mendatangi sejumlah wilayah yang disebut berada di zona rawan.
“Vibes adrenalinnya sangat beda karena harus sidak ke daerah-daerah yang notabene di zona rawan,” ungkap Bianca.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu perjalanan Bianca dalam mengeksplorasi dunia di luar aktivitasnya sebagai penyanyi.
Kini, lewat “Jaran Kepang”, Bianca kembali membawa misi yang lebih personal. Ia ingin musik modern menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali tradisi yang memiliki nilai budaya kepada generasi baru.
“Karena kebetulan memang Jathilan merupakan tradisi yang punya nilai luhur di tanah air kita,” pungkas Bianca.
(Ysf)
