DPRD Lampung Timjau Program Mesin Pengering Jagung
Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, S.T., S.H., M.H., melakukan peninjauan dan turun lapangan demi melihat dan memastikan program bantuan bed dryer (mesin pengering jagung) dari Pemerintah Provinsi Lampung apakah memberikan manfaat nyata bagi petani secara optimal ?
Melansir dari sumber humas DPRD Lampung, Sabtu (8/8/2026), Fauzi telah memastikan bahwa mesin pengering jagung telah beroperasi dengan baik dan berhasil meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus nilai jual jagung petani.katanya
Menurut Fauzi, jagung yang baru dipanen umumnya masih memiliki kadar air 35–40 persen sehingga hanya dihargai sekitar Rp4.000–Rp4.500 per kilogram. Setelah dikeringkan menggunakan bed dryer selama kurang lebih 18 jam, kadar air turun menjadi sekitar 14 persen sesuai standar industri pakan ternak. Dengan kualitas yang lebih baik, harga jual jagung meningkat hingga sekitar Rp6.500 per kilogram.
"Petani jangan terus menjual air. Petani harus menjual kualitas. Teknologi pascapanen seperti bed dryer terbukti mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani," ujar Fauzi
Ia sampaikan, bahwa kenaikan harga sekitar Rp2.000 per kilogram berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. Bagi petani yang menghasilkan puluhan ton jagung dalam satu musim panen, tambahan pendapatan dapat mencapai puluhan juta rupiah, sehingga memperkuat kesejahteraan keluarga petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Lampung, Fauzi menyampaikan. Apresiasinya dalam menghadirkan program bantuan bed dryer di sentra-sentra produksi jagung. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hasil panen, memperkuat daya saing komoditas jagung Lampung, serta menciptakan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.
Dengan demikian, Komisi II DPRD Provinsi Lampung berkomitmen akan terus mengawal pelaksanaan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (**)
