Gubernur Lampung Berikan Motivasi Kepada Mahasiswa Unila
Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (Unila) Tahun 2026 dengan tema 'Dari Kampus untuk Lampung: Mahasiswa Berdampak bagi Daerah' di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa (11/8/2026).
Dalam pesanya Gubernur mengatakan ,bahwa ia mendorong mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membentuk karakter, mengembangkan kompetensi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Gubernur juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kepada ribuan mahasiswa baru yang memulai fase baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Hari ini saudara dan saudari memasuki fase penting dalam kehidupan. Kampus akan menjadi rumah untuk tumbuh, menguji gagasan, dan mempersiapkan masa depan untuk meraih cita-cita," ujarnya
Menurut gubernur, perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik. Masa kuliah harus dimanfaatkan untuk membentuk pola pikir, karakter, keberanian, kepedulian, serta kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kemudian Ia mengatakan, bahwa mahasiswa Unila berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perkotaan, pedesaan, wilayah pesisir, kawasan pertanian hingga daerah di luar Lampung. Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan untuk membangun satu tujuan bersama, yakni belajar, berkembang dan memberikan manfaat. "Setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan meninggalkan jejak pengabdian," katanya.
Dalam Penegasannya ia menyebutkan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unila harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi maupun perubahan yang dapat dirasakan secara langsung.
"Ilmu yang diperoleh selama di Unila harus kembali kepada rakyat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi, dan yang paling penting dalam bentuk perubahan yang dapat dirasakan," tegasnya.
Oleh karena itu, Gubernur mengajak mahasiswa memahami bahwa kekayaan sumber daya alam tidak secara otomatis menjadikan sebuah daerah maju dan sejahtera.
Menurut gubernur, faktor terpenting yang menentukan kemajuan suatu daerah adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). "Ketika sumber daya manusia maju, maka peradaban akan maju. Ketika sumber daya manusia tidak maju, maka peradaban akan mundur," kata gubernur
Ia mencontohkan perjalanan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Menurutnya, terbukanya akses pendidikan dan lahirnya generasi terdidik menjadi salah satu faktor penting yang mendorong tumbuhnya kesadaran kebangsaan dan perjuangan menuju kemerdekaan.
Karena itu, gubernur meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas diri. "Dengan SDM yang bagus, kita akan bisa mengelola kekayaan Provinsi Lampung untuk memakmurkan Provinsi Lampung dan mencapai cita-cita Indonesia Emas," ungkapnya .
Gubernur kemudian memperkenalkan berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Lampung kepada mahasiswa baru, diantarnya adalah Lampung memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian dan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, singkong, nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kelapa, kakao, kelapa sawit, peternakan hingga perikanan.
Potensi tersebut, menurut Gubernur, menjadi modal besar bagi Lampung untuk berkembang apabila mampu dikelola dengan SDM yang berkualitas, "Lampung adalah daerah yang sangat subur dan kaya dengan pertanian. Kekayaan Lampung inilah yang harus kita kelola dengan sumber daya manusia yang berkualitas," Sebut gubernur
Kemudian Ia juga telah menekankan bahwa tantangan Lampung ke depan bukan hanya bagaimana menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, Menurutnya, masih terdapat berbagai komoditas Lampung yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.
"Bagaimana mengelola ini? Inilah yang diajarkan di universitas-universitas yang ada di Provinsi Lampung, termasuk di Universitas Lampung," katanya.
Gubernur mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mulai memikirkan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk mengolah potensi daerah menjadi produk jadi, mengembangkan UMKM, menciptakan teknologi, membuka lapangan kerja hingga meningkatkan peluang ekspor.
"Anak-anak teknik harus berpikir bagaimana kekayaan kita bisa dikelola menjadi produk jadi. Begitu juga semua fakultas harus punya keinginan bagaimana menjadikan dirinya bermanfaat untuk Provinsi Lampung," ujarnya.
Gubernur menegaskan kembali bahwa, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai subjek sekaligus agen perubahan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyampaikan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan melalui organisasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Mahasiswa ke depan adalah agen subjek pembangunan. Bagaimana mahasiswa menyalurkan pemikiran, ide baru yang kreatif, mengasah soft skill melalui organisasi serta beradaptasi terhadap teknologi modern dan AI," katanya.
Ia mendorong mahasiswa untuk berani, kritis, bertanggung jawab dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta perwujudan keadilan sosial di tengah masyarakat. "Mahasiswa harus sadar bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa. Persiapkan kualitas diri yang memiliki ilmu dan akhlak untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan," ujarnya.
Gubernur mengingatkan kembali bahwa mahasiswa masa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan tidak dapat diulang. Karena itu, waktu selama berada di kampus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan.
"Jangan sia-siakan waktu kalian di kampus. Jadikan kampus ini kompetisi kalian dengan seluruh dunia. Kalian berkompetisi bukan hanya dengan teman sebangku atau teman sekelas, tetapi dengan seluruh dunia," tandasnya
komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi dengan Unila dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pengembangan desa dan riset. Salah satu bentuk kolaborasi yang akan didorong adalah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa melalui program Desaku Maju, dengan orientasi memberikan dampak terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.
Selain itu, Pemprov Lampung bersama Unila juga akan mendorong pengembangan penelitian serta National Cassava Center sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung, khususnya singkong. "Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, kita ingin desa-desa di Provinsi Lampung tumbuh, besar, bagus dan maju," katanya.
Mahasiswa baru Unila yang berjumlah sekitar 8.330 orang memiliki kesempatan besar untuk menjadi bagian dari proses tersebut, Ia berharap selama menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mulai membangun karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jadikan lima tahun, empat tahun, atau tiga tahun kalian di kampus sebagai masa berdampak. Belajar ketika di kampus, kita sudah bisa memberikan dampak kepada masyarakat," ujarnya.
Diakhir, Gubernur menitipkan masa depan Lampung kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Unila. "Pemerintah daerah memegang kemudi kebijakan, perguruan tinggi menyalakan mesin inovasi melalui pendidikan. Bersama kita bergerak cepat menuju satu tujuan, yaitu masyarakat yang sejahtera," katanya.
Masa depan Lampung sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, "Di tangan kalianlah rakyat Lampung ke depan akan sejahtera atau tidak, tergantung dari kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak Unila," pungkasnya. (**)
