Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis


Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id
– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur resmi memulai (kick off) Program Skrining Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di 778 lokasi fokus (lokus) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur. Program ini menargetkan 100 warga di setiap titik, sehingga total sebanyak 77.800 warga akan menjalani skrining sebagai upaya menekan angka kasus TBC.

Peluncuran program dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang digelar secara hibrida tersebut ditandai dengan penyalaan sirene dan penyerahan sertifikat kesembuhan kepada penyintas TBC, Khoiriyah.

Fauzi mengatakan, RPTRA Cililitan merupakan salah satu dari 778 titik pelaksanaan skrining yang menjadi fokus Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam meningkatkan deteksi dini penyakit TBC. Ia menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk camat, lurah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

"Setiap lokus ditargetkan menjangkau 100 warga. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi para camat dan lurah untuk memastikan target tersebut tercapai. Program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam menekan jumlah masyarakat yang terindikasi menderita TBC," ujar Fauzi.

Selain memperkuat deteksi dini, Fauzi menilai edukasi kepada masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyandang TBC juga menjadi bagian penting dari upaya pengendalian penyakit tersebut. Menurutnya, stigma yang masih melekat sering kali membuat penderita enggan memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.

"Yang terpenting dari kegiatan ini adalah keterlibatan masyarakat. Masih ada anggapan bahwa penderita TBC harus dijauhi atau diasingkan. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun pemahaman bahwa masyarakat yang terindikasi TBC harus segera memeriksakan diri dan menjalani pengobatan agar cepat sembuh serta tidak menularkan penyakit kepada orang lain," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Arief Wahyudhy, Wakil Camat Kramat Jati Zaini Miftah, Lurah Cililitan Sukariya, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr. Inda Mutiara.

Pada kesempatan itu, penyintas TBC, Khoiriyah, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh. Ia mengaku awalnya hanya mengalami penurunan berat badan dan nafsu makan tanpa gejala lain, sehingga memutuskan memeriksakan diri ke puskesmas.

Setelah dinyatakan positif TBC, Khoiriyah menjalani pengobatan secara disiplin selama enam bulan dengan mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selama proses tersebut, ia juga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mendapat pendampingan dari petugas kesehatan.

"Para petugas kesehatan sangat sabar mendampingi dan terus memberikan semangat kepada saya untuk sembuh. Saya juga menerapkan PHBS dan menjaga kesehatan selama menjalani pengobatan. Alhamdulillah, kini saya telah sembuh dan kondisi tubuh saya kembali sehat serta lebih bugar," tutur Khoiriyah.Berita ini telah disusun dengan pola straight news, menonjolkan informasi utama pada paragraf awal, diikuti penjelasan program, kutipan narasumber, unsur edukasi, dan kisah penyintas sebagai penguat pesan kesehatan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis
  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis
  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis
  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis
  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis
  • Pemkot Jaktim Perkuat Deteksi Dini TBC, Libatkan 778 Lokus Skrining Kesehatan Gratis