Sekko Jakarta Timur Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit KWN ke-5
JAKARTA TIMUR, Wartapembaruan.co.id — Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Anniversary Ambal Warso Komunitas Wayang Nusantara (KWN) ke-5 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Sabtu (23/8/2026) malam.
Pagelaran wayang kulit tersebut juga digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan mengusung tema “Wayang untuk Persaudaraan dan Penguatan Budaya Nasional Indonesia”.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan tokoh wayang kulit kepada dalang Ki Joyo Utomo Ndower. Pagelaran ini terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dengan KWN, yang kini hadir dan berkembang di wilayah Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Eka Darmawan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pagelaran wayang kulit merupakan salah satu upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada generasi muda.
Eka menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga eksistensi seni pertunjukan wayang kulit agar tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang sesuai perkembangan zaman.
“Ini merupakan suatu budaya yang menunjukkan adat istiadat. Wayang kulit ini perlu dikenal di kalangan anak muda, khususnya agar mereka ikut melestarikan dan mengembangkan pagelaran wayang kulit,” ujar Eka.
Ia juga menyambut baik kesempatan bagi dalang-dalang muda untuk tampil dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Menurutnya, regenerasi pelaku seni menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Nusantara.
“Ke depan juga ada dalang anak muda yang mungkin akan tampil setelah dalang senior ini,” tambahnya.
Eka berharap kegiatan kebudayaan seperti pagelaran wayang kulit dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga menyarankan agar kegiatan serupa melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelibatan UMKM dinilai dapat membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Saya menyarankan supaya ada UMKM yang bisa meningkatkan perekonomian, baik di sekitar maupun peningkatan ekonomi warga Jakarta Timur,” tutupnya.
