25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG


SIMEULUE, Wartapembaruan.co.id
— Potensi pertanian Kabupaten Simeulue kembali menunjukkan hasil. Panen perdana semangka tanpa biji di Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, menghasilkan sekitar 25 ton dari lahan seluas satu hektare.

Potensi tersebut mendapat perhatian langsung Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., yang turun ke lokasi dan ikut memanen bersama Kelompok Tani Inang Cane Simeulue, Selasa (8/9/2026).

Hasil panen ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi petani, tetapi juga membuka peluang bagi Simeulue untuk memperkuat rantai pasok pangan berbasis produksi lokal.

Mohammad Nasrun mengatakan, peningkatan produksi pertanian harus diikuti dengan kepastian pasar. Sebab, produksi yang tinggi tanpa dukungan pemasaran berpotensi membuat petani kembali menghadapi persoalan klasik: hasil melimpah tetapi sulit terserap pasar.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Simeulue mendorong kelompok tani membangun kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Simeulue.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi hasil pertanian lokal untuk menjadi bagian dari kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Tugas kita bukan hanya mendorong petani untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membantu agar hasil panen mereka memiliki pasar yang baik,” ujar Mohammad Nasrun.

Menurutnya, keterhubungan antara petani dan program MBG dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Petani memperoleh pasar, kebutuhan pangan program dapat dipenuhi dari produk lokal, sementara perputaran ekonomi terjadi di daerah sendiri.

“Dengan cara seperti ini, kita berharap ada hubungan yang saling menguatkan: petani mendapatkan pasar, masyarakat mendapatkan pangan yang baik, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya.

Dari Lahan Petani ke Meja Makan Masyarakat

Panen semangka tanpa biji di Kuala Makmur menjadi contoh bahwa komoditas pertanian lokal memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih serius.

Produksi sekitar 25 ton dari satu hektare menunjukkan adanya potensi produktivitas yang dapat menjadi modal awal untuk memperluas pengembangan hortikultura di Simeulue.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin pengembangan pertanian hanya berhenti pada peningkatan produksi. Aspek hilirisasi, pemasaran, kemitraan, dan kepastian serapan menjadi bagian penting agar usaha tani benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam konteks MBG, keterlibatan petani lokal juga berpotensi menjadikan program tersebut tidak sekadar sebagai program pemenuhan gizi, tetapi sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Inang Cane Simeulue dan seluruh petani yang terus berinovasi mengembangkan komoditas pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Simeulue akan terus hadir, mendengar, dan membuka ruang agar potensi pertanian kita bisa berkembang lebih jauh,” tegasnya.

Panen perdana ini menjadi pesan penting: ketahanan pangan Simeulue tidak hanya dibangun dari apa yang dikonsumsi masyarakat, tetapi juga dari kemampuan daerah memproduksi, menyerap, dan menggerakkan hasil pertanian petaninya sendiri.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG
  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG
  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG
  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG
  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG
  • 25 Ton Semangka Dipanen dari 1 Hektare, Bupati Simeulue Bidik Petani Jadi Pemasok MBG