Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda


BANDUNG, Wartapembaruan.co.id
– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan seni dan budaya. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Pasanggiri Agung Ngawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” sebagai bagian dari implementasi dan internalisasi program nasional Ananda Bersinar bagi anak dan remaja di Jawa Barat.

Ajang yang memadukan seni tradisional Sunda dengan pesan pencegahan narkotika tersebut mendapat antusiasme tinggi dari generasi muda. Masa pendaftaran dan registrasi peserta berlangsung selama 21 hari, mulai 10 hingga 31 Agustus 2026.

Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 180 peserta mengikuti perlombaan. Mereka menampilkan kemampuan dalam seni ngawih atau nembang tradisional berbahasa Sunda, dengan membawa pesan moral tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan pentingnya membangun generasi muda yang sehat serta berprestasi.

Karya wajib dalam perlombaan tersebut berjudul “Narkoba Musuh Bangsa”, yang diciptakan oleh Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si. Saat ini, proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya tersebut tengah dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap karya cipta.

Selanjutnya, karya tersebut direncanakan diserahkan kepada Kepala BNN RI sebagai bagian dari program Ananda Bersinar. Materi itu juga akan diintegrasikan dalam implementasi Inovasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) untuk kemudian diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu bahan muatan lokal (mulok).

Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan profesional, BNNP Jawa Barat melibatkan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang seni dan budaya. Penjurian dilaksanakan pada 2 September 2026 dengan melibatkan Dekan dan dosen dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, khususnya dari Fakultas Seni Pertunjukan.

Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kualitas penampilan serta kesesuaian dengan ketentuan perlombaan, dewan juri menetapkan delapan peserta terbaik dari masing-masing kategori, yakni kategori umum dan pelajar, untuk melaju ke babak selanjutnya.

Para finalis dinilai mampu menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara kreatif melalui seni tradisional Sunda. Dengan demikian, pesan kampanye “Narkoba Musuh Bangsa” tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi juga dikemas melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Seluruh proses penjurian dan seleksi berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. Keputusan para finalis ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dewan juri secara profesional dan independen.

Puncak perlombaan sekaligus penentuan juara dan perebutan Piala Gubernur Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026 di Gedung Pertunjukan Kesenian, Jalan Naripan-Braga, Kecamatan Sumur, Kota Bandung.

Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Gubernur Jawa Barat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat.

Melalui Pasanggiri Agung Ngawih Sinom, BNNP Jawa Barat berharap pesan “Narkoba Musuh Bangsa” semakin dikenal dan menggema di tengah masyarakat. Pendekatan seni dan budaya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta motivasi generasi muda untuk menjauhi narkotika dan turut mewujudkan Jawa Barat yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.


Biro Humas dan Protokol BNN RI

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
  • Lewat Seni Sunda, BNNP Jabar Perkuat Pesan Pencegahan Narkoba di Kalangan Generasi Muda