DLH Lampung Dorong SMAN 1 Ambarawa Adiwiyata
PRINGSEWU, wartapembaruan.co.id - Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan terus direalisasikan secara konkret. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, pendampingan serta pembinaan Program Sekolah Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) gencar dilancarkan ke berbagai daerah demi mencapai target 160 Sekolah Adiwiyata hingga tahun 2030.
Langkah percepatan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan lapangan Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung di SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, pada Senin (19/10/2026).
Hadir mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung Riski Sofian, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Wawan Sah, yang menyapa langsung pihak sekolah. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMAN 1 Ambarawa, Jahara Siregar, M.Pd., jajaran dewan guru, serta anggota Kader Adiwiyata siswa.
Dalam arahannya, Wawan Sah menegaskan bahwa program Adiwiyata yang diusung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kecerdasan akademis harus berjalan seiring dengan kepedulian serta rasa tanggung jawab terhadap ekosistem.
Penilaian Sekolah Adiwiyata kini mengacu pada regulasi terbaru, yakni Permen LHK No. 5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026. Penilaian tidak lagi sekadar berfokus pada kebersihan fisik lingkungan sekolah, melainkan mencakup empat domain utama:
1. Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS): Penyusunan rencana kegiatan, integrasi materi lingkungan dalam kurikulum pembelajaran, serta alokasi anggaran sekolah yang mendukung program hijau.
2. Implementasi Aksi Lingkungan: Meliputi tindakan nyata efisiensi air dan energi, pengelolaan sampah terpadu (prinsip 3R, pemanfaatan komposter, pembentukan bank sampah, serta pembatasan plastik sekali pakai), hingga penghijauan lewat kebun sekolah dan konservasi keanekaragaman hayati.
3. Pembiasaan Perilaku Ramah Lingkungan: Penerapan kebiasaan hijau secara konsisten oleh seluruh warga sekolah dalam aktivitas harian.
4. Jejaring Kemitraan dan Dipublikasikan: Kemampuan sekolah mempublikasikan inovasi lingkungannya serta membangun kolaborasi bersama instansi pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta.
Wawan turut mengingatkan bahwa seluruh rekapan data dan pelaporan capaian indikator kini wajib diunggah secara digital melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) milik KLHK.
Program garapan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI ini ditargetkan mampu menghadirkan ruang belajar yang asri dan sehat, membangun budaya peduli iklim, memicu efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta menjadikan sekolah sebagai pusat percontohan gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Sebagai penutup sesi pembinaan, para siswa diajak mengawali langkah pembiasaan dari hal-hal sederhana, seperti membawa botol minum dan wadah bekal pribadi, memilah sampah sejak dari kelas, mematikan perlengkapan listrik yang tidak terpakai, hingga menanam tanaman.
Rangkaian kegiatan pembinaan diakhiri dengan peninjauan fasilitas pendukung lingkungan di SMAN 1 Ambarawa, antara lain lokasi Bank Sampah, area pembibitan tanaman siswa, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Menanggapi pendampingan ini, manajemen SMAN 1 Ambarawa menyatakan kesiapan penuh untuk melangkah ke tahapan penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi maupun Nasional pada tahun 2027.(**)
