Peringatan Hari Santri di Tenjolaya Berlangsung Meriah, Libatkan Pesantren hingga Majelis Taklim
BOGOR, Wartapembaruan.co.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026. Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mempererat silaturahmi antarpesantren, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Diselenggarakan oleh Masjid Muslim Billionaire (MMB) bersama Kecamatan Tenjolaya, rangkaian kegiatan meliputi perlombaan futsal, badminton, qasidah, dan dai cilik (pildacil). Puncak peringatan pada Kamis (22/10/2026) ditandai dengan pawai santri dari Kantor Desa Cinangneng menuju Masjid Muslim Billionaire, dilanjutkan upacara Hari Santri Nasional.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran pemerintahan, pondok pesantren, madrasah, majelis taklim, serta berbagai pihak pendukung.
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 22 tim futsal, 17 tim badminton putra, tujuh tim badminton putri, 20 peserta dai cilik, dan sembilan grup qasidah. Selain perlombaan, acara puncak juga dimeriahkan penampilan drama dari Pondok Pesantren Darul Mizan dan Pondok Pesantren Insan Madani.
Camat Tenjolaya, Dr. Apid Junaedi, S.STP., M.Si., dalam amanatnya menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Santri bukan sekadar pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia. Karena itu, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Apid.
Menurutnya, semangat perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan harus terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa, baik melalui ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, kemandirian ekonomi, maupun kepedulian sosial.
Ruang Silaturahmi dan Pengembangan Potensi Santri
Ketua Panitia HSN Kecamatan Tenjolaya 2026, Silvia Dinayanti, mengatakan kegiatan tahun ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan peringatan Hari Santri yang lebih luas dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Kecamatan Tenjolaya 2026 dapat terlaksana dengan baik selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober. Kegiatan ini menjadi langkah awal atau pilot project bagi kami untuk menghadirkan peringatan Hari Santri yang melibatkan lebih banyak unsur, mulai dari pondok pesantren, majelis taklim, madrasah ibtidaiyah, hingga taman kanak-kanak di Kecamatan Tenjolaya,” ungkap Silvia.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan atau perayaan tahunan. Lebih dari itu, HSN menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk mengasah kemampuan, membangun tanggung jawab, melatih kepemimpinan, serta belajar bekerja sama.
“Besar harapan kami agar Hari Santri Nasional di Kecamatan Tenjolaya dapat terus dilaksanakan dan berkembang menjadi agenda bersama yang berkelanjutan. Bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi antarpesantren dan majelis taklim, serta membuka lebih banyak ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi masyarakat,” lanjutnya.
Semangat kebersamaan juga dirasakan para peserta. Muhammad Rafi Ramdani, santri Pondok Pesantren Modern El Alamia, mengaku senang dapat mewakili pesantrennya dalam perlombaan futsal HSN tahun ini.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena saya bisa bertemu dan berkompetisi dengan santri dari berbagai pesantren di Kecamatan Tenjolaya. Semoga ke depannya peringatan HSN bisa semakin baik dan semakin banyak santri yang ikut berpartisipasi,” kata Rafi.
Peringatan HSN Kecamatan Tenjolaya 2026 ditutup dengan pengumuman pemenang seluruh cabang perlombaan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan partisipasi peserta.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pesantren, pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, kreatif, mandiri, serta siap berkontribusi menuju Indonesia Emas.
