Perkuat Akuntabilitas: Tim Ekspedisi Patriot UI Laksanakan Pelatihan Tata Kelola Administrasi dan Keuangan di Kecamatan Kubu
Kegiatan strategis ini menyasar jajaran aparatur kecamatan, perangkat desa, serta pengurus kelembagaan ekonomi masyarakat, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga para pelaku UMKM lokal.
Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pendampingan TEP UI di Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya. Jika pada tahap sebelumnya fokus diarahkan pada peningkatan mutu pelayanan publik serta digitalisasi promosi potensi desa—termasuk pemanfaatan Google Form untuk pendataan warga dan pemetaan produk unggulan—maka pelatihan kedua pada 20 Oktober 2026 ini berfokus mendasar pada penataan sistem administrasi serta transparansi laporan keuangan.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung melakukan simulasi interaktif, meliputi:
Pengelolaan Arsip & Dokumen Digital: Menyusun dan mengarsipkan surat-menyurat, kuitansi/nota, daftar hadir, serta dokumentasi kegiatan secara terstruktur agar mudah diakses sewaktu-waktu.
Disiplin Pencatatan Keuangan: Pemisahan tegas antara keuangan pribadi dan anggaran organisasi, pemberian penomoran bukti transaksi, pencatatan kas harian, serta penghitungan saldo berjalan.
Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban: Pembiasaan pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi pendukung laporan di masing-masing kelembagaan.
Melalui pendekatan berbasis praktik ini, tata kelola administrasi dan keuangan tidak lagi dipandang sebagai sekadar beban formalitas, melainkan kebutuhan utama demi mewujudkan organisasi desa yang akuntabel, profesional, dan terpercaya.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh tokoh dan perangkat setempat atas hadirnya program peningkatan kapasitas ini. Mereka berharap transfer pengetahuan dari TEP UI tidak berhenti pada sesi kelas pelatihan, melainkan berlanjut pada pengawalan intensif di lapangan.
Menjawab harapan tersebut, TEP UI memastikan akan melanjutkan agenda pendampingan onsite secara berkala ke tiap desa yang terdiri dari 9 (sembilan) yaitu Desa Jangkang Satu, Desa Jangkang Dua, Desa Teluk Nangka, Desa Kampung Baru, Desa Sungai Bemban, Desa Ambawang, Desa Air Putih, Desa Pinang Dalam, Desa Pinang Luar. Fokus pendampingan lapangan menyesuaikan dengan kebutuhan desa dalam rangkaian peningkatan kapasitas SDM diantaranya yang berkaitan dengan pelatihan tahap dua yaitu pembukuan kas, kerapian arsip digital, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI 2026, Siti Fatimah, M.Pd., yang merupakan dosen Sekolah Vokasi UI menegaskan bahwa kehadiran tim di Kecamatan Kubu dilandasi oleh semangat co-learning atau belajar bersama warga.
"Sesuai dengan arahan Menteri Transmigrasi RI, Bapak Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara , membangun bangsa harus dimulai dari akar rumput dengan hadir langsung memahami realitas lapangan. Penguatan tata kelola administrasi, pelayanan publik, dan penerapan teknologi digital di Kecamatan Kubu adalah pijakan awal bagi terciptanya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan," ungkap Siti Fatimah.
Ia menambahkan bahwa proses pendampingan TEP UI dibangun berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat. Pemetaan potensi dan permasalahan menjadi langkah awal sebelum dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan yang lebih spesifik.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat. Administrasi yang tertib, pelaporan yang transparan, pelayanan yang baik, serta pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengelolaan potensi ekonomi desa yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Harapannya, apa yang kami lakukan bersama masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi proses belajar bersama yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah Tim Ekspedisi Patriot selesai melaksanakan tugasnya,” tambah Siti Fatimah.
Pelatihan Tahap II ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun Indonesia dari desa melalui penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, tata kelola, dan potensi lokal.
"Dukungan serta kolaborasi hangat dari seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Kubu menjadi energi utama bagi kami untuk terus bersama-sama memajukan desa," tutup Siti.
Pelatihan ini disambut baik dan penuh antusias dari masyarakat Kecamatan Kubu yang terdiri dari perangkat desa, UMKM, Gapoktan, KDMP, PKK, BUMDes, Koperasi. Diwakili oleh Bapak Tarsisius Sudarso selaku Sekretaris Desa Ambawang yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih serta senang menjadi salah satu peserta dan merasakan manfaatnya mengikuti pelatihan.
“Sungguh sangat luar biasa dan memberikan manfaat bagi kami peserta dari desa, harapannya pelatihan - pelatihan seperti ini terus dapat dilaksanakan. Terima kasih kepada narasumber dan tim yang telah memberikan ilmu kepada kami semua. Semoga semua yang telah kami peroleh dapat diterapkan ke desa kami masing-masing” ungkap Tarsisius Sudarso.


