Iklan

Menkominfo Paparkan Program Konektivitas Digital Indonesia ke Presiden Jokowi

warta pembaruan
26 Februari 2021 | 12:33 PM WIB Last Updated 2021-02-26T05:33:27Z


Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate memaparkan, langkah-langkah strategis pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkualitas dalam beberapa waktu ke depan yang merupakan bagian dari Program Konektivitas Digital yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (26/2/2021).

"Melaporkan pada Bapak Presiden Joko Widodo terkait dengan beberapa program strategis Kementerian Kominfo tersebut terutama pembangunan infrastruktur," tutur Johnny Gerard Plate pada peluncuran Program Konektivitas Digital Indonesia.

Johnny menyatakan, program pertama adalah lima paket pembangunan Base Transceiver Station (BTS) pada wilayah Tertinggal, Terpencil, dan Terdepan (3T). Cakupan dari proyek di atas adalah membangun jaringan telekomunikasi BTS dalam dua tahun ke depan yang menjangkau sebanyak 7.800 desa atau kelurahan.

Pembangunannya  akan dilakukan dari tahun 2021 atau 2022 setelah selesai proses lelang yang dilakukan oleh Kominfo. Target penyelesaian infrastruktur tersebut direncanakan rampung pada tahun 2024.

Saat ini, paket 1 dan 2 telah selesai proses tendernya yang dilakukan pada akhir Januari 2021 lalu dengan nilai kontrak Rp9,5 triliun. Sisanya, paket 3,4, dan 5 dilakukan penanganan tanganan kesepakatan dengan pemerintah dilakukan pada hari ini senilai Rp18,8 triliun.

"Lima paket kontrak payung tahun anggaran 2021 dilakukan akan segera dilakukan penandatanganan oleh pemenang tender yang terdiri dari unsur capital expenditure dan operational expenditure seluruhnya sejumlah Rp28,3 triliun," kata Johnny.

Selanjutnya, pembangunan Satelit multifungsi Satria-1 yang dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Saat ini sudah memasuki tahap pemenuhan pembiayaan proyek yang berasal dari berbagai pihak yakni perusahaan dalam dan luar negeri.


Adanya infrastruktur ini, disinyalir akan menyediakan akses layanan akses internet bagi sekitar 150 ribu titik layanan publik di dalam negeri. Secara detail, pelayanan akan mencakup pada 93.900 sekolah dan pesantren, 3700 fasilitas kesehatan, dan 47.900 kantor desa.

Setiap titik akan mendapatkan sambungan kecepatan internet mencapai sekitar 1Mbps. Rencananya satelit itu ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2023.

"Menjangkau 150 ribu layanan publik yang belum tersedia akses internet di Indonesia," papar Johnny.

Terakhir, lanjut dia, Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) kepada ratusan ribu masyarakat Indonesia secara daring. Tujuannya, sumber daya manusia (SDM) yang menggunakan ruang digital secara produktif.

Pelatihan ini menyasar kepada masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang memiliki latar belakang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan sarjana. Dengan jenis kelamin pria atau wanita. Pelatihan yang ditawarkan pun tentang Artificial Intelegence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data Analytic, dan Cloud Computing.

"DTS di level bagi putra-putri Indonesia berijazah SMA atau sederajat dan sarjana yang diperkiran mencapai 100.000 orang," katanya.

Presiden Apresiasi Upaya Kominfo Bangun Infrastruktur Telekomunikasi

Sementara, Presiden Joko Widodo mengapreasiasi langkah strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi. Sehingga, masyarakat kini di pelosok-pelosok daerah dapat mengakses jaringan telekomunikasi berkualitas.

"Saya mengapresiasi semua pihak terutama Kementerian Kominfo yang telah bekerja keras untuk itu," ujar Presiden Joko Widodo secara virtual pada peluncuran Program Konektivitas Digital Indonesia yang didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate, Jumat (26/2/2021).

Dikatakan Presiden, langkah strategis Kementerian Kominfo khususnya pembangunan di sektor infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah akan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Setiap individu dapat memanfaatkan ruang digital untuk kegiatan produktif ketika berada di dalam rumahnya masing-masing.

"Pemerintah melalui Kominfo melakukan banyak pembangunan menara menara Base Transceiver Station (BTS)," kata Kepala Negara.

Selain itu, program lainnya yang berkaitan pelatihan masyarakat dalam menggunakan ruang digital yang bijak menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Mengingat, pelatihan ini penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan dunia maya untuk hal-hal yang bersifat positif.

Hal ini disebutkan Presiden penting dipersiapkan semenjak dini supaya masyarakat dalam negeri ketika berselancar di dunia maya terbiasa melakukan kegiatan positif ke depannya. "Program Digital talent scholarship dan gerakan nasional literasi digital juga diapresiasi," sebut Presiden.

Dalam beberapa waktu mendatang, Presiden meminta, Kementerian Kominfo juga melakukan peningkatan terhadap pemanfaatan proyek unggulan Palapa Ring di berbagai wilayah. Dengan begitu, kondisi jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah dalam negeri akan menjadi semakin baik lagi.

"Utilisasi Palapa Ring di wilayah barat jangan hanya mencapai 50 persen saja harus ditingkatkan lagi. Kemudian, tingkatkan utilisasi proyek di atas pada wilayah tengah dan timur yang saat ini hanya mencapai 20 persen," kata Kepala Negara.

Meningkatnya utilisasi proyek di atas, tentunya akan membawa dampak positif terhadap jaringan telekomunikasi dalam negeri. Dan keberadaan Palapa Ring akan menjadi penyambung jaringan telekomunikasi berkualitas hingga tingkat rumah tangga.

"Ini harus digenjot terus. Saya minta kepada menkominfo untuk memastikan agar tidak hanya berhenti sebagai backbone saja. Tetapi harus tersambung sampai ke rumah tangga," pungkas Presiden (Azwar).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menkominfo Paparkan Program Konektivitas Digital Indonesia ke Presiden Jokowi

Trending Now

Iklan