News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua LCKI Jambi Mappangara Fasilitasi Mediasi Kelompok Tani Mandiri Parit Lima dengan PT WKS

Ketua LCKI Jambi Mappangara Fasilitasi Mediasi Kelompok Tani Mandiri Parit Lima dengan PT WKS

Wartapembaruan.co.id ~ Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi Mappangara didampingi Wakil Ketua  Amirdaus dan Kabid Komoniti Polisi LCKI menghadiri undangan Kelompok Tani Mandiri Parit Lima Kecamatan Teluk Nilau, Minggu (26/6/2022) 

Mappangara menjelaskan, kegiatan  tersebut bertujuan mendengarkan aspirasi masyarakat diduga ada permasalahan batas lahan sekitar 250 hektare antara Kelompok Tani Mandiri Parit 5 dengan PT Wirakarya Sakti. 

"Beberapa hari yang lalu, waktu saya di kantor LCKI saya didatangi oleh bapak Mustakim, beliau bercerita bahwa ada permasalahan batas lahan tanaman pohon akasia antara kelompok tani Mandiri Parit 5 dengan PT. WKS, jadi kedatangan kami kesini bertujuan meninjau dan mempelajari lebih dalam lagi permasalahan tersebut," ujarnya

Tak hanya itu, Mappangara juga menjelaskan, sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang bergerak mensosialisasikan pencegahan terhadap konflik sosial, LCKI mempunyai peran penting untuk mendampingi permasalahan dimasyarakat. 

"LCKI ini kan Ormas sosial yang banyak membantu menyelesaikan permasalahan dimasyarakat, agar tidak terjadi konflik sosial makanya kita turun ke lokasi agar tau jelas permasalahan yang terjadi," jelasnya

Lanjut Mappangara, dirinya merasa senang setelah melaksanakan rapat koordinasi dengan perwakilan dari PT. WKS Arfani dan Febri, perwakilan dari Polsek Teluk Nilau, Tokoh Masyarakat Fauzan dan warga Parit 5 Teluk Nilau menghasilkan keputusan bahwa dilahan tersebut tidak ada kegiatan baik penanam dan lainnya. 

"Alhamdulillah setelah kami mengadakan rapat, LCKI meminta untuk sementara waktu tidak ada kegiatan penanaman dilokasi tersebut, dan sesuai dokumen MoU yang sudah dibuat beberapa waktu lalu pihak WKS setuju dengan kesepakatan ini," pungkasnya

Diharapkan dengan mediasi ini tidak terjadi konflik sosial antara masyarakat dari kelompok tani dan pihak PT. Wirakarya Sakti sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan tidak saling  merugikan.

( M Rasyid )

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.