BREAKING NEWS
 

PMBN Hadiri Tradisi Wilujengan Tumpeng Seribu Keraton Surakarta


SURAKARTA, Wartapembaruan.co.id
– Keraton Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi Wilujengan Tumpeng Seribu pada malam 21 Ramadan tahun Dal 1959 dalam penanggalan Jawa. Tradisi tersebut dilaksanakan atas perintah Raja Keraton Surakarta, Pakubuwono XIV, sebagai bagian dari rangkaian hajad dalem keraton. 

Informasi tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Paguyuban Mataram Binangun Nuswantoro (PMBN), Drs. KGPH Adp Panembahan Dipokusumo, MSi., dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Kagungan Dalem Talangpaten, Surakarta, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, tradisi Wilujengan Tumpeng Seribu merupakan bagian dari warisan budaya keraton yang sarat makna spiritual sekaligus menjadi wujud doa keselamatan bagi masyarakat.


"Tradisi ini merupakan bagian dari hajad dalem Keraton Surakarta yang dilaksanakan setiap Ramadan. Selain sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kedekatan keraton dengan masyarakat," ujar Dipokusumo.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama keluarga besar keraton, tokoh masyarakat, serta pengurus PMBN. Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi pelepasan utusan keraton yang mengantarkan seribu tumpeng menuju Taman Sriwedari.

Kirab dari Keraton Surakarta Hadiningrat diikuti oleh utusan dalem yang menggunakan kereta keraton, barisan Abdi Dalem Santi Swaran, para pembawa obor, serta rombongan pembawa ting dengan berbagai bentuk. Prosesi tersebut dikawal oleh para prajurit keraton yang mengenakan busana tradisional khas Keraton Surakarta.

"Seribu tumpeng dari keraton diarak menuju Taman Sriwedari dan diserahkan kepada Wali Kota Surakarta untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat," jelasnya.


Setibanya di lokasi, tumpeng tersebut diserahkan secara simbolis kepada Respati Ardi selaku Wali Kota Surakarta untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pelestarian tradisi budaya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus Paguyuban Mataram Binangun Nuswantoro, di antaranya Ketua Umum KRAy. Febri Hapsari Dipokusumo, S.Sos., Wakil Ketua Umum KMAy. Sri Rachmawati Condroningrum, Sekretaris II Eko Veridianto, SE., Bendahara I Heri Purwanti, S.M., serta Pengawas PMBN H. KRMP. Sunardi, SK, S.E., M.M.

Acara diisi dengan tausiyah oleh ulama Ahmad Muwafiq, tokoh dari Nahdlatul Ulama yang saat ini mengasuh pondok pesantren di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain pengurus pusat PMBN, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPW PMBN wilayah Klaten beserta para pembina organisasi di daerah tersebut.

Tradisi Wilujengan Tumpeng Seribu tahun ini juga menjadi salah satu kegiatan penting pada masa awal kepemimpinan Pakubuwono XIV sebagai raja di Keraton Surakarta Hadiningrat. Ia resmi menyandang gelar tersebut dan menjadi PB XIV sejak 15 November 2025, melanjutkan kepemimpinan Keraton Surakarta dalam menjaga tradisi, budaya, dan hubungan spiritual dengan masyarakat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image