BREAKING NEWS
 

Rosario di Depan Bank BNI, Umat Katolik Menangis Memohon Keadilan


RANTAU PRAPAT, Wartapembaruan.co.id
— Suasana hening namun sarat harap menyelimuti halaman depan kantor Bank Negara Indonesia (BNI) di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Di tempat itu, sejumlah umat dari Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara berkumpul, bukan untuk berteriak atau marah, melainkan untuk berdoa.

Mereka menggenggam rosario di tangan, melantunkan doa demi doa dengan penuh ketenangan. Aksi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @inibukanniko pada Jumat (13/3/2026) dan kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial.

Di tengah lantunan doa rosario yang dipanjatkan, terselip harapan besar: keadilan bagi umat. Mereka menyuarakan keresahan terkait dugaan hilangnya dana milik gereja dan simpanan Credit Union umat yang sebelumnya dititipkan di bank tersebut.

Dalam narasi yang beredar, jumlah dana yang diduga hilang mencapai sekitar Rp28,5 miliar. Dana itu disebut berasal dari kas gereja serta tabungan umat yang selama ini dikumpulkan dengan penuh kepercayaan.

Bagi umat, dana itu bukan sekadar angka. Di dalamnya ada mimpi pembangunan gereja, ada tabungan keluarga, dan ada pula jerih payah umat yang sedikit demi sedikit disisihkan demi kehidupan gereja dan pelayanan bersama.

Di kolom komentar video tersebut, kisah-kisah harapan dan kegelisahan pun bermunculan. Seorang pengguna TikTok, @Dewi Sihombing, menuliskan bahwa suaminya turut hadir dalam doa bersama itu. 

“Suamiku ikut juga di situ. Katanya mau dibayar dua atau tiga kali. Akhir bulan ini dibayar Rp7 miliar. Uang tiga paroki lenyap, termasuk uang untuk renovasi gereja di kampung mertua,” tulisnya.

Sebagian warganet lainnya memilih merespons dengan doa. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan.

Akun @Nutrimax Is Quality menuliskan harapan yang sederhana namun penuh makna: agar hati orang-orang yang bertanggung jawab dapat tersentuh.

Sementara itu, akun @laurent’ie mengajak umat tetap menjaga ketenangan.

“Tepat sekali, jangan gaduh dan ricuh. Cukup doakan dan percaya, Tuhan selalu memberkati,” tulisnya.

Doa serupa juga disampaikan akun @Brownie Sigmund Pavlov yang menuliskan harapan kepada Bunda Maria agar keadilan dapat terwujud bagi paroki yang merasa dirugikan.

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, pihak Bank Negara Indonesia sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat. Melalui unggahan di akun TikTok resmi @Bank Negara Indonesia, pihak bank menyatakan bahwa pemeriksaan internal tengah dilakukan secara menyeluruh.

“BNI sedang melakukan pemeriksaan internal secara komprehensif untuk memastikan fakta secara objektif. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dan akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis pihak bank.

Di tengah proses yang masih berjalan, doa rosario di depan bank itu menjadi simbol bahwa sebagian umat memilih jalan iman untuk mencari keadilan, berharap agar kebenaran segera terungkap dan kepercayaan yang sempat goyah dapat dipulihkan kembali.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image