Viral! Akun TikTok “Bungo Bersuara” Tuding Ada Aliran Setoran PETI ke Oknum TNI, Pasi Intel Kodim 0416/Bute Tegas Bantah: “Hoaks!”
BUNGO, Wartapembaruan.c.o.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan akun TikTok Bungo Bersuara berjudul “Aliran Setoran PETI di Pusaran Institusi TNI”. Dalam narasi yang beredar, disebutkan adanya dugaan aliran dana dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kepada sejumlah oknum aparat TNI di wilayah Kabupaten Bungo.
Unggahan tersebut secara spesifik menyinggung Komandan Kodim 0416/Bungo Tebo (Bute) yang disinyalir menerima setoran dari aktivitas PETI yang dikelola bawahannya. Dana itu disebut-sebut dikumpulkan oleh Pasi Intel Kodim 0416/Bute, Kapten Inf Sapta. Bahkan dalam narasi itu juga disebut adanya aliran dana hingga ke tingkat Komandan Korem di Jambi.
Tak hanya menyasar institusi, akun tersebut juga menyebut sejumlah nama yang diklaim sebagai pemilik alat berat dan koordinator aktivitas PETI di beberapa wilayah.
Di Desa Rantau Pandan, nama Rahman disebut memiliki sejumlah alat berat yang beroperasi. Selain itu, muncul pula nama Zulfahmi dan Rozi sebagai pemilik alat berat di kawasan tersebut.
Untuk wilayah Limbur Lubuk Mengkuang, nama Hanami disebut sebagai “penguasa” PETI sekaligus koordinator lapangan. Sementara di Kecamatan Pelepat, disebut adanya oknum TNI berinisial AP dari Kodim Bute yang dituding sebagai pemain sekaligus koordinator PETI menggunakan alat berat.
Di wilayah Batang Ule, Kecamatan Tanah Tumbuh, oknum TNI berinisial AGS juga disebut sebagai pemain sekaligus koordinator. Sedangkan di Jujuhan, nama Kapten Inf Sapta kembali disebut turun langsung bermain dan memiliki beberapa unit alat berat yang beroperasi di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, dalam narasi tersebut Kapten Sapta juga dituding sebagai “penanda” emas hasil PETI di wilayah Bungo, bersama sejumlah nama lain seperti Angga Sarbani, Ayong Gadis, Amin, Salim, Sinaga, Haiker, Rudi Sepunggur, Hari Fabri, dan Agustian.
Menjaga prinsip keberimbangan, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kapten Inf Sapta melalui sambungan WhatsApp. Dalam pesan yang dikirimkan, media memperkenalkan diri sekaligus meminta klarifikasi terkait tudingan yang beredar.
Menanggapi hal tersebut, Kapten Sapta memberikan jawaban melalui pesan suara dengan nada tegas.
“Berita ini adalah berita hoaks yang telah diterbitkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Komando Distrik Militer 0416/Bute maupun Komando Resort Militer di Jambi terkait tudingan dalam unggahan viral tersebut.
Tudingan serius terkait aliran dana ilegal dan keterlibatan aparat dalam aktivitas PETI tentu bukan persoalan ringan. Namun, tuduhan yang beredar di media sosial tetap membutuhkan pembuktian berbasis data dan proses hukum, bukan sekadar narasi viral.
Aktivitas PETI sendiri selama ini memang menjadi persoalan klasik di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, termasuk Kabupaten Bungo. Aparat penegak hukum dan pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti isu ini secara transparan agar tidak berkembang menjadi bola liar yang merugikan banyak pihak.
Publik kini menunggu, apakah tudingan tersebut akan berujung pada proses hukum dan penyelidikan resmi, atau sekadar menjadi sensasi viral tanpa dasar yang jelas.

