Alion Kecewa: CCTV Pelarian Alung Viral dari Akun Pribadi, Transparansi Polda Jambi Dipertanyakan
Jambi, Wartapembaruan.co.id — Munculnya rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pelarian Alung Ramadhan dari Markas Polda Jambi justru memantik polemik baru. Bukan hanya soal isi rekaman, tetapi juga tentang siapa yang pertama kali mempublikasikannya ke ruang publik.
Alih-alih dirilis melalui kanal resmi kepolisian, video tersebut justru muncul dari akun TikTok pribadi manangsoebeti_official. Hal ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan tata kelola informasi di tubuh Polda Jambi.
Ketua LSM AKBP sekaligus jurnalis senior Mediatornews, Alion Meisen, secara tegas menyampaikan kekecewaannya. Melalui pesan suara WhatsApp kepada redaksi, Alion menilai langkah tersebut mencederai prinsip keterbukaan informasi publik.
“Yang jadi persoalan, kenapa bukan dari Humas Polda Jambi atau Kapolda langsung yang merilis? Ini malah akun pribadi yang lebih dulu menyebarkan,” tegas Alion.
Ia mengungkapkan, dalam sesi tanya jawab saat konferensi pers sebelumnya, permintaan wartawan agar rekaman CCTV dibuka ke publik justru tidak direspons secara tegas. Kapolda Jambi kala itu menyebut masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk protokol keamanan internal.
Namun, pernyataan tersebut kini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Rekaman yang sebelumnya dianggap sensitif justru beredar luas tanpa penjelasan resmi dari institusi.
“Seakan-akan yang lebih berani membuka itu akun pribadi, bukan institusi resmi. Ini yang jadi tanda tanya besar bagi publik,” lanjutnya.
Alion juga menyoroti terbatasnya ruang tanya jawab dalam konferensi pers. Ia mengaku tidak mendapatkan kesempatan untuk mengonfirmasi langsung kepada Kapolda karena acara keburu ditutup.
Situasi ini semakin memperkuat kesan bahwa ada informasi yang tidak disampaikan secara utuh kepada publik. Di tengah sorotan terhadap kaburnya seorang tersangka dari institusi penegak hukum, transparansi seharusnya menjadi prioritas, bukan justru menimbulkan kebingungan baru.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Polda Jambi terkait alasan di balik beredarnya rekaman tersebut melalui akun pribadi, serta keabsahan dan konteks lengkap dari video yang viral itu.
Publik kini menunggu: apakah Polda Jambi akan membuka secara terang benderang kronologi sebenarnya, atau polemik ini akan terus bergulir tanpa kejelasan?
