Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC

 

Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id- Dilansir dari kominfotik Lampung pada hari Selasa kemarin (14/4). Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan ke pemerintah provinsi Lampung yang berlangsung di gedung Semergou, Rabu (15/4/2026)

Kunjungan kerja para wakil menteri yang dilakukan merupakan perhatian pusat dalam mengatasi percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC),  yang mengingatkan  bahwa TB dapat disembuhkan secara total.

Dalam kaitan tersebut wakil menteri dalam negeri (wamendagri) Akhmad Wiyagus, menyampaikan kehadiran pemerintah pusat di daerah adalah untuk memastikan komitmen tersebut berjalan secara operasional hingga ke tingkat akar rumput, 

"penanggulangan TB merupakan atensi khusus Presiden RI dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun harus tuntas Ujar Akhmad 


Menanggapi hal itu Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan, kehadiran pusat menjadi dukungan moril dan aksi nyata upaya percepatan eliminasi tuberkulosis yang berkelanjutan di Provinsi Lampung,

"Kami sadar apabila TBC ini sudah terjangkit di tengah masyarakat tentunya akan sangat menular, akan meresahkan masyarakat, menurunkan produktivitas, dan akan menyulitkan dalam mencapai target-target pembangunan kami," Ujar Mirza

"Kita tidak akan bisa mencapai target-target yang direncanakan oleh pemerintah pusat apabila pemerintah bekerja sendiri kata Mirza, namun Kita harus berkolaborasi dengan semua sektor. Ajak semua pihak, masyarakat, komunitas, hingga ormas dalam penanggulangan ini. Pemerintah hari ini harus pintar melakukan kolaborasi," 

Dalam paparanya ia menjelaskan   keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden, Melalui CKG, deteksi dini berbagai penyakit tidak menular dapat dilakukan secara masif di tingkat Puskesmas, yang diharapkan mampu menekan angka rujukan di rumah sakit besar seperti RSUD Abdul Moeloek.

Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan mengalami kenaikan, pada tahun 2024 mencapai 103% dan meningkat tajam menjadi 131% pada tahun 2025, provinsi  Lampung mencatatkan angka 98% pada tahun 2025 dan telah mencapai 81% pada triwulan pertama tahun 2026.

Gubernur Mirza menekankan keberhasilan eliminasi TBC terletak pada kekuatan kolaborasi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para kader kesehatan, untuk tidak lengah dan terus meningkatkan penemuan kasus aktif. 

Usaha dalam penanganan pada program yang menyangkut kesehatan, pemerintah melalui Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus  telah mengalokasikan tambahan anggaran ekstra sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk pemberantasan TBC, termasuk pengadaan alat rontgen dan pemberian insentif bagi kader TB di tingkat desa/kelurahan.

Dalam pesanya Benyamin mentakan  "Kalau kita mau berantas TBC dari Lampung, maka semua orang yang tidak sakit (kontak erat) harus mendapatkan obat pencegahan (TPT). Kuman itu dimatikan sebelum dia bisa bangun," katanya 

" hanya fokus pada pengobatan pasien sakit, tetapi juga pada pencegahan. Salah satunya adalah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan penemuan kasus TBC."

Kemenkes menuatakan "Kalau kita mau berantas TBC dari Lampung, maka semua orang yang tidak sakit (kontak erat) harus mendapatkan obat pencegahan (TPT). Kuman itu dimatikan sebelum dia bisa bangun," tegasnya.

Kemenkes menganulir , terdapat 20 ribu orang yang terjalin erat kontak dari sekitar 4 ribu pasien TBC ditahun lalu khusus nya  diwilayah bandar Lampung.(**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC
  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC
  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC
  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC
  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC
  • Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi Tangani TBC