Ketua DPRD Lampung, Menghadiri Reses DPR RI
Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id-Kunjungan kerja diluar masa sidang (Reses) Komisi VII DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 , dilaksanakan kamis (23/4) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, dilansir dan disadur dari sumber Humas DPRD Lampung, Jumat (24/4/2026)
Dalam acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., Gubernur Lampung Rahmat mirzani Djausal, wakil gubernur Lampung,Jihan Nurlela, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, para kepala perangkat daerah, perwakilan kementerian dan lembaga terkait,
Sementara dari unsur DPR RI, Komisi VII DPR RI Dr. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A., didampingi Wakil Ketua Tim Dr. Evita Nursanty, M.Sc., Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, serta Hj. Chusnunia Chalim, Ph.D.anggota Komisi VII DPR RI di antaranya Putra Nababan, Bane Raja Manalu, Nila Yani Hardiyanti, Banyu Biru Djarot, Bambang Haryo Soekartono, Tifatul Sembiring, Muhammad Hatta, dan Rycko Menoza.
Agenda yang diusung dalam rangkaian kegiatan reses tersebut fokus utamanya adalah percepatan pembangunan disektor ekonomi domestik, khususnya pada sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Rapat yang dipimpin langsung oleh gubernur Lampung, Rahmat mirzani Djausal, Dan dalam kesempatan tersebut ia memaparkan berbagai dinamika pembangunan di Provinsi Lampung, terutama struktur ekonomi Lampung sangat ditopang oleh sektor pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi hampir 2 juta keluarga di Lampung.
"Lampung ini berbeda dengan daerah lain di Sumatera yang banyak bertumpu pada perkebunan. Di sini mayoritas adalah petani, dan komoditas pertanian telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama puluhan tahun," ujar Gubernur.
Namun demikian, Gubernur mengakui keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Dengan APBD yang terbatas, kebutuhan pembangunan jalan yang menopang distribusi komoditas pertanian masih belum optimal.
Kemudian Pendapat yang diungkapkan oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A.,dihadapan sejumlah anggota DPR RI, bawah kehadiran DPRD Lampung merupakan bentuk komitmen lembaga legislatif daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat sebagai
langkah strategis mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Lampung.DPRD Provinsi Lampung siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan Lampung yang maju dan sejahtera, ujarnya.
DPRD Provinsi Lampung berharap hubungan koordinasi antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD semakin solid sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
DPRD Provinsi Lampung memiliki visi yang jelas bagi kesejahteraan masyarakat Lampung terutama dalam menjalankan fungsi fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal dan memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata, kata Ahmad Giri dalam sambutanya.
Ketua Tim Komisi VII DPR RI menyampaikan bahwa kunjungan kerja reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, penyerapan aspirasi, serta penguatan koordinasi antara DPR RI dengan pemerintah daerah, khususnya pada sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Pada kesempatan yang sama,Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, dalam pernyataan yang disampaikan sangat mendukung berbagai program strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan mitra kerja komisi. Kata Saleh
kunjungan kerja reses adalah bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, penyerapan aspirasi, serta penguatan koordinasi antara DPR RI dengan pemerintah daerah, khususnya pada sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan Lampung. (**)


