Rudolf Simbolon Ceritakan Pengalaman Bertemu Habib Rizieq Shihab
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - "SAYA senang bertemu dan bersalaman dengan Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Pembawaannya tidak seperti yang digembar-gemborkan di luar," kata Rudolf Simbolon, seusai mengikuti _open house_ di Jalan Petamburan III Gang Paksi, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Rudolf Simbolon bukan seorang muslim. Anda tentu paham dia dari suku mana dengan marga Simbolon itu. Dia seorang Katolik yang sudah lama ingin bertemu dan bersalaman dengan HRS.
Sebagai wartawan, ia ingin melakukan _check and recheck_ atau mencocokkan kembali kebenaran sebuah informasi. Dalam agama Islam disebut _tabayyun_ terhadap suara-suara miring yang sering dilontarkan kepada HRS dan FPI (Front Pembela Islam yang kini berganti menjadi Front Persaudaraan Islam).
Keinginan bersua dengan HRS itu sudah disampaikannya kepada Wartawan Senior/Pemimpin Redaksi FreedomNews.co.id sejak awal 2025. Hanya saja keinginannya itu baru terlaksana pada Senin, 23 Maret 2026/3 Syawal 1447 Hijriyah.
Rudolf sangat senang bisa datang rumah HRS yang juga sejak pagi harinya sudah 'diserbu' pengagum HRS. Senin itu, merupakan hari ketiga _open house_ di rumahnya. Hari pertama, Sabtu 21 Maret 2026/1 Syawal 1447 Hijriyah, khusus bagi tetangga dan tentu orang dekat HRS, termasuk petinggi FPI. Hari kedua dan ketiga (Ahad dan Senin) terbuka untuk umum.
Rudolf bercerita, ketika memasuki area kediaman HRS, sempat agak grogi. Maklum, setelah mobilnya diparkir di Jalan K.S Tubun, ia kemudian berjalan kaki dan berpapasan dengan masyarakat yang memakai pakaian muslim serba putih, termasuk peci putih.
Semangat Ketua Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Timur (Pokja PWI Jaktim) semakin bertambah ketika masuk ke tempat acara.
Rudolf yang datang tanpa peci, masuk ke ruang Majelis/Markas Syariah yang juga menjadi bagian dari rumah pribadi HRS.
Sebagai wartawan dan Pemred Wartapembaruan.co.id,
Rudolf pun tak membuang-buang waktu, mengambil foto dan video di tempat tersebut. Tak berapa lama, hasil jepretan kamera telefon genggamnya (Hp-Handphone) nya pun sudah muncul di status WA (WhatsApp) nya.
"Di sini dulu kita, di kediaman Imam Besar Habib Rizieq Syihab," demikian satu kalimat dalam status WA-nya yang sudah muncul mulai pukul 10.58 atau beberapa saat ia sampai.
Kemudian ada juga foto Rudolf dengan menantu HRS, dengan teks, "Bersama menantu Habib Rizieq Syihab, Habib Muhammad bin Hussein Alatas." Menantu yang kini menjadi Ketua Umum FPI.
Sambil menungģu giliran bersalaman dengan HRS, Rudolf pun leluasa mengambil foto dan video. Maklum, bersalaman dengan HRS diatur berkelompok, ada yang 10 orang dan 20 orang. Pengaturan seperti itu dilakukan karena diperkirakan 1.000 orang ingin bersalaman dan berfoto dengan HRS.
Giliran kami bersalaman, saya pun memperkenalkan ke HRS, teman nonmuslim yang sudah lama ingin bertemu dengannya. Dengan senyum khasnya, HRS menyambut salam Rudolf diiringi dengan ucapan, " _Ahlan wa sahlan_ (selamat datang)." Kalimat tersebut bermakna tamu (Rudolf Simbolon) dianggap seperti keluarga sendiri dan diharapkan merasa nyaman, aman serta tidak sungkan.
Hanya bersalam-salaman dan berfoto. Tidak ada waktu berbincang-bincang, karena tamu banyak yang datang. Meskipun hanya bersalaman dan berfoto, Rudolf mengaku puas bisa bertemu langsung dengan HRS.
"Saya jadi tahu bagaimana sikap Habib Rizieq yang sangat ramah, tidak hanya kepada umat Islam. Sangat berbeda dengan yang disuarakan negatif di luar," kata pria yang lahir di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, 21 Oktober 1978.
Putra dari pasangan Jaringan Simbolon dan Ranti Siregar itu pun tidak sungkan menampilkan fotonya bersama HRS di media sosial miliknya. Juga sejumlah foto suasana acara tersebut.
Rudolf sosok dikenal mudah bergaul dan tidak membedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Bahkan, dia mengaku lebih banyak bergaul dengan penganut agama Islam, ketimbang agama yang dianutnya, Katolik.
Karena foto bersama HRS tampil di medsos (media sosial) miliknya, banyak saudara dan temannya yang menulis, "Kau sudah masuk Islam ya?"
Entah itu pertanyaan gurauan atau karena pergaulannya selama ini lebih banyak dengan yang beragama Islam, lalu ketemu dengan seorang tokoh agama Islam terkenal, Habib Rizieq Shihab dan juga sejumlah ulama lainnya. *
H. Mangarahon Dongoran (Wartawan Senior/Pemred FreedomNews.co.id).


