Universitas Syiah Kuala Cetak Sejarah Sebagai Kampus Pertama di Indonesia yang Bergabung dalam Planetary Health Report Card (PHRC)
BANDA ACEH, Wartapembaruan.co.id – Di tengah ancaman kerusakan lingkungan dan krisis kesehatan masyarakat yang semakin nyata, Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil langkah bersejarah dengan menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang bergabung dalam inisiatif global Planetary Health Report Card (PHRC). Inisiatif ini merupakan komitmen nyata untuk mengintegrasikan kelestarian ekosistem alam ke dalam pendidikan tenaga kesehatan guna mencegah krisis yang lebih buruk di masa depan.
Indonesia yang berada di kawasan cincin api (Ring of Fire) sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan banjir, yang diperparah oleh iklim ekstrem. Berbagai fenomena seperti kebakaran hutan telah memicu peningkatan gangguan pernapasan, sementara perubahan iklim memperluas penyebaran penyakit menular seperti demam berdarah dan malaria. Ironisnya, aktivitas pembangunan sering kali menjadi penyumbang kerusakan ekosistem tersebut. Oleh karena itu, paradigma Planetary Health menekankan bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan bumi menjadi sangat krusial untuk diterapkan.
Sebagai respons, mahasiswa keperawatan USK memelopori penggunaan PHRC. Alat evaluasi berbasis metrik ini bertujuan untuk menilai dan meningkatkan integrasi isu kesehatan lingkungan di institusi pendidikan kesehatan. Terdapat lima aspek utama yang dinilai:
1. Kurikulum kesehatan dan lingkungan
2. Penelitian interdisipliner
3. Pengabdian masyarakat dan advokasi
4. Dukungan untuk inisiatif mahasiswa
5. Keberlanjutan kampus
Perjalanan implementasi PHRC di USK ini digerakkan sepenuhnya oleh semangat mahasiswa (student-driven) dan kolaborasi tim yang solid. Gerakan ini dipandu langsung oleh Ners Noraliyatun Jannah, M.Kep. selaku Faculty Mentor, bersama tim mahasiswa yang dipimpin oleh Denni Mulyani, S.Kep. sebagai School Lead. Tim ini juga diperkuat oleh Ns. Alfiatur Rahmi, M.Kep. di bagian Analisis Data, serta Najwa Miftahul Jannah, Ade Rahmad Ilham, dan Ikmaldi Nabawi di divisi Riset dan Media. Berbekal pemahaman mendalam tentang pendekatan komunitas di masyarakat, kolaborasi ini memastikan bahwa evaluasi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata dan tepat sasaran di lapangan.
Sebagai Faculty Mentor, Ners Noraliyatun Jannah, M.Kep. memberikan dorongan penuh kepada timnya dalam menghadapi tantangan evaluasi ini:
"Keberadaan kita di PHRC bukan sekadar untuk mencari nilai metrik, melainkan untuk menjadi agen perubahan sejati. Saya sangat bangga melihat semangat juang tim yang luar biasa. Teruslah berpikir kritis, jaga soliditas, dan jadikan momentum evaluasi ini sebagai fondasi untuk merumuskan aksi nyata yang bermanfaat bagi kesehatan bumi dan masyarakat Indonesia ke depannya."
Sejalan dengan semangat tersebut, Denni Mulyani, S.Kep. selaku School Lead memberikan kebebasan dan kepercayaan penuh kepada setiap anggota tim untuk berinovasi sesuai peran mereka:
"Saya percaya setiap anggota tim mulai dari analisis data, hingga riset dan media memiliki potensi dan keunikan yang luar biasa. Ruang kreasi sudah terbuka sangat lebar, jadi mari kita maksimalkan tupoksi kita masing-masing. Ini adalah mahakarya kita bersama untuk membawa nama FKep USK ke tingkat global, membuktikan bahwa mahasiswa keperawatan di Indonesia siap memimpin perubahan."
Hasil laporan evaluasi dari tim PHRC USK ini akan dipublikasikan secara global dan dapat diakses bersamaan dengan peringatan Hari Bumi (Earth Day) pada 22 April 2026. Kehadiran USK dalam forum global ini membuktikan komitmen serius institusi dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan, sekaligus menjamin masa depan kesehatan generasi penerus bangsa. Karena pada akhirnya, menjaga kesehatan bumi adalah menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri.


