Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar


Muaro Jambi, Wartapembaruan.co.id
— Video percekcokan yang diduga melibatkan kelompok “Hafis CS” dengan para sopir pengangkut minyak mentah viral di sejumlah grup WhatsApp. Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Pos Pemuda Tanjakan Bukit Alahu Bahar, Simpang Gudang, Kabupaten Muaro Jambi, pada Senin (18/05/2026) sekira pukul 19: 30 Wib.

Berdasarkan penelusuran dan keterangan sejumlah sumber di lokasi, kelompok tersebut diduga kerap melakukan pungutan liar terhadap sopir kendaraan pengangkut minyak maupun mobil kecil yang melintas di jalur tersebut.

Mereka disebut menggunakan modus mengaku sebagai bagian dari “giat gabungan” dan mencatut nama sejumlah institusi negara seperti Polda, Den Intel Kodam, BAIS hingga Polisi Militer untuk menekan dan menakut-nakuti sopir di lapangan.

“Kadang ngaku media, kadang dari Polda, Den Intel Kodam, bahkan bawa-bawa nama BAIS dan PM. Sopir banyak yang takut karena cara ngomong mereka meyakinkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dari informasi yang dihimpun, uang yang diminta kepada sopir diduga berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per kendaraan.

Situasi sempat memanas ketika salah satu pria dalam kelompok tersebut diduga mengeluarkan senjata api rakitan jenis makarov dan menodongkannya ke arah sopir. Warga menyebut pria yang membawa senjata itu dikenal dengan nama “TM”.

Keributan itu kemudian menarik perhatian pemuda setempat. Senjata api rakitan tersebut dikabarkan sempat diamankan warga usai insiden terjadi.

Namun ironisnya, persoalan tersebut disebut berakhir damai pada malam yang sama. Bahkan, pistol rakitan itu dikabarkan dikembalikan kepada pemiliknya.

“Sudah didamaikan malam itu. Senpinya dibalikin lagi, sedangkan magazen dan amunisinya dibawa sopir yang jadi korban penodongan,” ungkap sumber lain di lokasi kejadian.

Warga sekitar mengaku resah karena aksi kelompok tersebut diduga bukan baru pertama kali terjadi. Mereka disebut kerap beroperasi di jalur Bukit Alahu Bahar dengan menghentikan kendaraan, melakukan intimidasi, hingga membawa nama institusi tertentu demi mendapatkan uang dari para sopir.

Apabila dugaan kepemilikan senjata api rakitan serta pencatutan nama institusi negara untuk melakukan pemerasan terbukti benar, masyarakat meminta aparat penegak hukum segera turun tangan dan melakukan penyelidikan serius.

Pasalnya, tindakan tersebut dinilai tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama lembaga negara yang dicatut demi kepentingan pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pemerasan maupun kepemilikan senjata api rakitan tersebut.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar
  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar
  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar
  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar
  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar
  • Diduga Peras Sopir dan Todong Senpi Rakitan, Kelompok Ngaku “Hafis CS” Resahkan Jalur Bukit Alahu Bahar