Diduga Permintaan Uang Secara Paksa Kepada Sopir Minyak Mentah Berujung Ricuh, Senpi Sempat Muncul di Bukit Alahu Bahar
Jambi, Wartapembaruan.co.id — Dugaan praktik pungutan liar terhadap sopir pengangkut minyak mentah kembali memicu keributan di wilayah Bukit Alahu Bahar. Insiden yang disebut terjadi sekitar tiga hari lalu itu dikabarkan melibatkan sejumlah orang yang mengaku berasal dari sebuah LSM.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat para sopir mobil pengangkut minyak mentah diduga diminta menyerahkan sejumlah uang secara paksa. Permintaan tersebut memicu ketegangan hingga berujung cekcok antara kedua belah pihak di lokasi.
Situasi disebut sempat memanas. Bahkan, dari informasi yang beredar di lapangan, salah satu pihak diduga sempat mengeluarkan senjata api (senpi), membuat para sopir dan warga sekitar panik.
“Awalnya ribut biasa, tapi suasana makin tegang setelah ada yang mengeluarkan senpi. Orang-orang langsung takut,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini sontak menimbulkan pertanyaan publik terkait aktivitas pengangkutan minyak mentah di kawasan tersebut yang diduga masih berlangsung bebas tanpa pengawasan ketat. Selain itu, muncul pula sorotan terhadap oknum-oknum yang diduga memanfaatkan situasi untuk melakukan pungutan terhadap para sopir.
Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan apakah kedua belah pihak telah menempuh jalur damai atau proses hukum tetap berjalan. Belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait dugaan pemerasan maupun dugaan kepemilikan senjata api dalam insiden tersebut.
Media ini masih terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak guna memastikan kronologi lengkap dan perkembangan penanganan kasus tersebut.
