Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak


Oleh: Timboel Siregar (Pengamat Sosial / Ketenagakerjaan / Sekjen OPSI)

Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Pidato Presiden Prabowo yang meremehkan pelemahan rupiah yang sudah dalam, memberikan kesan ketidakberpihakan Presiden kepada nasib masyarakat Indonesia termasuk nasib buruh dan keluarganya. 

Seluruh rakyat termasuk masyarakat di desa akan terdampak dengan pelemahan rupiah mengakibatkan harga barang naik karena banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri, yang butuh dolar untuk membelinya, agar produksi bisa tetap berjalan.

Daya beli masyarakat menurun karena harga naik, upah riil buruh menurun sehingga kesejahteraan buruh menurun. 

Perusahaan yang tidak mampu mengatasi masalah cash flow nya karena pelemahan rupiah akan mengurangi pekerja, terjadi PHK yang lebih besar.

Aktivis SP/SB diam tentang hal ini, tidak mau mengkritisi kondisi saat ini. Diundang seremonial dengan memberikan tepuk tangan kepada pidato yang hanya menyudutkan orang-orang yang memberi masukan untuk perbaikan bangsa.

Jabatan demi jabatan diberikan kepada aktivis buruh, undangan seremonial dimana mana, sebentar lagi dikirim ke Jeneva untuk menghadiri ILC adalah upaya untuk meredam buruh yang memang saat ini terancam daya belinya, terancam upah riilnya, terancam diPHK, yang akhirnya menjadi miskin. (Azwar)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak
  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak
  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak
  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak
  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak
  • Presiden Remehkan Pelemahan Rupiah, Aktivis SP/SB Diam: Seluruh Rakyat Terdampak